Kemendag Dorong Ekspor Produk Kreatif dan Digital Lokal
Merdeka.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) berupaya terus mendorong pengembangan ekspor produk kreatif dan digital Indonesia. Apalagi saat ini, industri digital Indonesia berada di urutan terdepan di ASEAN.
Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga menilai potensi digital Indonesia akan terus melejit ke depan. Pada 2018, industri digital Indonesia sudah mencapai nilai kurang lebih Rp560 triliun. Nilai ini diperkirakan akan melonjak tahun 2025, khususnya dengan adanya pandemi Covid-19.
"Kementerian Perdagangan akan memfasilitasi para pemangku kepentingan dengan para pengembang digital Indonesia agar industri digital Indonesia semakin berkembang dan bisa menembus mancanegara. Indonesia juga diharapkan tidak hanya menjadi konsumen produk digital, tetapi juga mengambil posisi menjadi produsen," tutur Jerry dikutip dari laman resmi Kemendag, Jakarta, Senin (14/9).
Dia mengatakan, sejauh ini terdapat satu kawasan Technopark Cimahi yang memiliki potensi penyewa (tenant) binaan yang sudah sangat berkembang. Diharapkan kehadirannya memberikan dampak besar terhadap ekspor produk digital Indonesia.
Technopark Cimahi merupakan sebuah kawasan yang digunakan pemangku kepentingan mengembangkan inovasi, kolaborasi, dan inkubasi produk-produk kreatif dan teknologi seperti aplikasi, produk animasi dan film, serta kerajinan.
"Technopark ini dikembangkan sesuai dengan visi Presiden Joko Widodo yang ingin memiliki pusat-pusat teknologi di banyak daerah yang berpotensi melakukan pengembangan produk berdaya saing dan bernilai tambah tinggi. Program ini juga sejalan dengan visi Pemerintah Kota (pemkot) Cimahi untuk selalu mengembangkan potensi sumber daya manusia (SDM) dengan keterbatasan sumber daya alam," jelasnya.
Jerry menambahkan, pengembangan ekspor produk digital juga merupakan salah satu upaya Kementerian Perdagangan dalam menjaga neraca perdagangan yang positif. Menurutnya, Indonesia sudah harus mulai menggeser pengembangan ekonominya, termasuk melakukan diversifikasi produk ke arah digital.
"Produk digital juga diharapkan mampu mengangkat daya saing produk-produk industri maupun produk primer pertanian dan perkebunan," ujar Jerry.
Di samping itu, dia juga menilai aplikasi dan sistem digital akan memudahkan dan mempercepat proses produksi, pengolahan, dan pendistribusian yang dapat meningkatkan daya saing. Fungsi sistem digital tersebut harus didorong karena akan memberikan dampak yang sangat positif, baik secara ekonomi maupun sosial.
"Kementerian Perdagangan akan mendorong ekspor produk digital dan kreatif agar selaras dengan tema Kabinet Indonesia Maju yaitu Revolusi Industri 4.0. Tema ini meyakini bahwa transisi ekonomi dengan memanfaatkan teknologi secara luas dan intensif akan memperkuat struktur ekonomi dan produktivitas," tandasnya.
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya