Kemendag digeledah polisi, Menteri Rahmat anggap musibah
Merdeka.com - Menteri Perdagangan Rachmat Gobel menyebut aksi penggeledahan yang dilakukan penyidik Polda Metro Jaya beberapa waktu lalu sebagai musibah. Ia sesumbar pihaknya akan menghormati segala proses hukum yang tengah berjalan.
"Jadi Kemendag dengan adanya musibah yang dihadapi oleh Kemendag, saya kemarin Selasa jam 9 pagi setelah mengadakan rakor dengan seluruh eselon saya, untuk menghormati dan mendukung polsi untuk bisa melakukan proses pemeriksaan, dan juga untuk bisa menjaga pelayanan publik kepada masyarakat, kami membebas tugaskan mereka yang menjadi terperiksa," ujar Rachmat kepada wartawan di Kantornya, Jakarta Pusat, Kamis (30/7).
Rachmat menolak jika disebut petugas Kemendag yang ditempatkan di kantor pelayanan di Pelabuhan Tanjung Priok kerap tidak ada di tempat.
"Sebetulnya ada, saya cek sendiri. Kalau tidak ada (petugas) mungkin lagi ke toilet," kilahnya.
Rachmat berkelit jika pihaknya telah menjalankan proses dwelling time di Pelabuhan sesuai prosedur.
"Dari diskusi dengan bea cukai dalam satu kontainer ada lebih dari lima macam produk yang enggak bisa masuk jalur hijau. Makanya harus diperiksa satu demi satu. Selama belum ada izin tidak boleh dikeluarkan itu barang," tuturnya.
Malahan, Rachmat menyalahkan banyaknya importir nakal yang kerap menghambat proses keluarnya kontener di Pelabuhan.
"Banyak importir yang baru mengurus izin setelah barangnya datang," ucapnya.
Sehingga, Rachmat menarik kesimpulan jika dibutuhkannya kedisiplinan terkait proses dwelling time.
"Ini masalah disiplin. Aturan sudah ada tapi nggak disiplin. Kita kebanyakan toleransi," pungkasnya. (mdk/yud)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya