Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kemendag akui daging kerbau belum jadi primadona masyarakat RI

Kemendag akui daging kerbau belum jadi primadona masyarakat RI kerbau. shutterstock

Merdeka.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menilai daging kerbau merupakan alternatif terbaik untuk mengganti ketersediaan daging sapi di pasaran. Sebab, saat ini harga daging sapi masih tinggi di kisaran Rp 120.000 per kilogram (kg).

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Karyanto Supri mengakui daging kerbau memang belum diminati oleh masyarakat Indonesia. Akan tetapi, sejumlah masyarakat di Sumatera sudah mengonsumsi daging kerbau.

"Kan belum pernah nyoba impor kerbau, bagaimana diminati. Orang Sumatera dan Malaysia saja sudah makan kerbau. Mungkin satu-dua bulan belum biasa‎," kata Karyanto di Kementerian Perdagangan, Kamis (14/7).

Sementara itu, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) tidak mempersoalkan dan siap membantu pemerintah jika impor daging kerbau dari India terlaksana agar menekan harga daging sapi hingga di bawah Rp 80.000 per kg.

Wakil Ketua‎ Aprindo Tutum Rahanta mengatakan dengan masuknya daging kerbau ke dalam negeri, dapat memberikan alternatif lain selain daging sapi, asalkan itu halal.

"Tidak masalah, kan yang penting daging bisa dikonsumsi dan halal. Ini alternatif pemerintah mensubtitusikan daging sapi," kata Tutum.

Menurut Tutum, hal yang terpenting adalah pemerintah harus terbuka kepada masyarakat bahwa daging tersebut memang telah layak dikonsumsi dan tidak dilarang. Aprindo pun sangat siap membantu pemerintah dalam hal bisnis. Pihaknya siap mengerahkan seluruh anggota untuk melakukan penjualan.

Hanya saja, kata Tutum, tidak semua minimarket ataupun supermarket yang dapat menjual produk tersebut karena setiap supermarket memiliki kriteria yang berbeda.

"Tidak bisa disamaratakan, karena ada supermarket yang jual daging dengan grade tertentu. Sekali lagi, alternatif mensubtitusikan daging kerbau ini harus dijelaskan secara clear‬ kepada masyarakat," tegasnya.

Laporan: Linda Juliawanti

(mdk/sau)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP