Kemendag: 23.000 Hektare kebun teh hilang dalam 5 tahun
Merdeka.com - Indonesia, sebagai negara agraris, bernasib tragis karena masih harus melakukan impor teh untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Teh para petani kalah bersaing dikarenakan murahnya bea masuk impor teh ke Indonesia yang hanya 5 persen.
Di China, bea masuk impor teh mencapai 15 sampai 30 persen, Korea 40 persen, Vietnam 50 persen, Rusia 20 persen dan Turki 145 persen. Kondisi ini diperparah dengan biaya produksi teh di Indonesia termasuk mahal dibandingkan dengan negara lain.
Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Bachrul Chairi mengakui kondisi ini membuat para petani meninggalkan kebun teh. Lahan petani semakin tahun semakin menyusut. Dalam kurun waktu 5 tahun, lahan teh Indonesia menghilang 23.000 hektare.
"Dilihat dari jumlah lahan turun selama 5 tahun terakhir dari 153.000 hektare menjadi 130.000 hektare di tahun 2012. Lahan teh selama ini banyak yang telah beralih fungsi menjadi tanaman hortikultura akan padahal harga jual ekspor teh Indonesia tinggi," ucap Bachrul di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (15/1).
Pengurangan lahan teh ini memukul ekspor teh Indonesia. Ekspor terus merosot dalam kurun waktu 5 tahun belakang dari 2008 sampai 2012. Ekspor teh Indonesia 2008 mencapai USD 158 juta dan 2012 ekspor teh hanya USD 156,7 juta.
"Realisasi Januari sampai Oktober ekspor teh kita baru USD 32,8 juta. Ekspor teh nasional terus merugi puncaknya 2001, pasar ekspor turun drastis waktu itu," tutupnya. (mdk/bim)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya