Kemenaker: Tak kerja 5 bulan, 508 buruh Panasonic masih terima upah
Merdeka.com - Pemerintah memastikan Panasonic tetap memenuhi kewajibannya pada sekitar 508 pekerja. Meskipun ratusan pekerja itu sudah tak produktif bekerja sejak 4-5 bulan lalu lantaran Panasonic tengah melakukan restrukturisasi bisnis.
"Pekerja masih menerima upah, tunjangan pokok, jaminan kesehatan dan lainnya. Mereka masih dalam proses perundingan apakah ingin sukarela mengundurkan diri atau direlokasi ke pabrik lain," kata Direktur Pencegahan dan Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial Kementerian Ketenagakerjaan Sahat Sinurat dalam diskusi bertajuk: PHK dan Perekonomian Kita, Jakarta, Sabtu (6/2).
Sahat menambahkan, prinsipnya, pemerintah menolak perusahaan memangkas karyawan. Atas dasar itu, dia memastikan pihaknya bakal selalu memantau proses perundingan tersebut.
"Dan melakukan koordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja setempat untuk secepatnya antisipasi kalau perundingan tak capai kesepakatan."
Rachmat Gobel, Chairman Panasonic Gobel, membantah telah terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawannya. Panasonic hanya melakukan restrukturisasi bisnis.
"Jadi tak benar kami menutup pabrik," katanya.
Dia menjelaskan, Panasonic hanya memindahkan pabrik di Cikarang dan Pasuruan ke Bogor, Jawa Barat. Ini agar perusahaan bisa fokus memproduksi lumined dan lampu LED Panasonic.
Nah, selama ini, pabrik Pasuruan memproduksi lampu CFL. Belakangan, permintaan lampu jenis itu di pasar domestik dan Jepang terus merosot.
"Dalam persaingan di industri, kami harus selalu mengembangkan produk, efisien, dan efektif," katanya. "Sementara, ongkos produksi LED mendekati CFL, namun lebih ramah lingkungan. Makanya yang tadinya tiga menjadi dua pabrik."
Akibatnya, ada sekitar 500 karyawan memilih berhenti. Ini lantaran tak bersedia dipindahkan ke pabrik lain yang notabene jauh dari tempat tinggal.
"Dari 15 ribu karyawan hanya 500 orang yang sukarela mengundurkan diri dan kami bayar pesangonnya." (mdk/yud)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya