Kembangkan Bima & Sumbawa, Pemprov NTB minta tambahan listrik 25 MW
Merdeka.com - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat meminta tambahan pasokan listrik sebesar 25 MW untuk memenuhi kebutuhan ketersediaan listrik di Sumbawa dan Bima. Hal ini untuk mendorong pariwisata di kedua daerah tersebut.
"Kita ingin diberikan 1x25 MW untuk meng-'cover' sistem kelistrikan di Sumbawa dan Bima. Kalau bisa, ketersediaan pasokan listrik untuk investasi dan bisnis bisa terpenuhi," ujar Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Muhammad Amin di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Kamis (23/3).
Amin menuturkan, kedua daerah tersebut masih kalah jauh dibanding Lombok yang lebih baik dari segi fasilitas dan infrastruktur. Untuk itu, kegiatan ekonomi dan pariwisata di Lombok lebih maju ketimbang di Sumbawa dan Bima.
"Ini memberi kesan ada disparitas antara Sumbawa dan Lombok. Makanya infrastruktur untuk mendukung pariwisata di Sumbawa terus kita bangun, terutama infrastruktur dasar," jelasnya.
Dia menjelaskan Presiden Jokowi baru saja meresmikan pembangkit listrik bergerak atau Mobile Power Plant" (MPP) berkapasitas 2x25 MW. Dengan tambahan kapasitas MPP, ketersediaan pasokan listrik di Lombok mencapai 318 MW dengan beban puncak 257 MW.
"Masih ada kelebihan 61 MW jadi untuk kegiatan investasi tentu tidak akan kekurangan listrik," kata Amin.
Amin menambahkan pihaknya terus berupaya memperkuat potensi Sumbawa dari sisi pariwisata dan ekonomi. Terlebih, Sumbawa juga mencakup 300 pulau lainnya.
"Kita bisa kembangkan juga wisata bahari. Potensi lain ada Rinjani, Tambora yang menyimpan kekayaan hayati dan tradisi," katanya.
Provinsi NTB menargetkan kunjungan wisatawan mencapai 4 juta orang pada 2017 dan 2018 yang terdiri dari 2 juta wisatawan mancanegara dan 2 juta wisatawan nusantara.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya