Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kembali dipusingkan dana subsidi, pemerintah pangkas belanja

Kembali dipusingkan dana subsidi, pemerintah pangkas belanja SPBU. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Keuangan Chatib Basri menyebut defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) saat ini berpotensi terus melebar dan melebihi 2,5 persen. Hal ini terjadi karena anggaran subsidi Baham Bakar Minyak (BBM) naik lebih tinggi dari yang diperkirakan pemerintah. Sedangkan, pendapatan negara belum bisa dimaksimalkan.

Demi menutupi besarnya anggaran subsidi, Chatib akan meminta kementerian dan lembaga (K/L) untuk memangkas atau memotong anggarannya. Anggaran yang dipotong berasal dari pos yang mempunyai dampak kecil pada pertumbuhan dan pelayanan.

"Proses anggaran kita harus hati-hati terhadap semua belanja, kalau enggak nanti defisitnya bisa lebih dari 2,5 persen. Makanya yang dilakukan adalah dalam APBN-P nanti anggarannya dipangkas," ucap Chatib di Kemenkeu, Jakarta, Jumat (16/5).

Chatib menyerahkan sepenuhnya kepada K/L untuk memilih anggaran mana yang dipotong. Kementerian keuangan hanya menentukan besaran penghematan per masing-masing kementerian. Namun demikian, Chatib enggan menyebut berapa target penghematan dari pemangkasan anggaran ini.

"Kita akan ngelihat nanti, pokoknya harus ada pemotongan belanja yang signifikan untuk menjamin defisitnya di bawah 2,5 persen. Saya gak akan jawab di sini karena alokasinya akan dibahas KL dan DPR," tegasnya.

Chatib memberi contoh salah satu anggaran yang bisa dipotong adalah anggaran perjalanan dinas dan anggaran seminar. Namun sekali lagi, keputusan tetap berada di tangan K/L terkait. (mdk/bim)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP