Kemarau panjang, PLTA Cirata dan Saguling setop operasi
Merdeka.com - Dua Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Jawa Barat berhenti operasi. Ini memangkas pasokan listrik Jawa dan Bali.
Pelaksana Tugas Kepala Satuan Komunikasi Korporat PT Perusahaan Listrik Negara Bambang Dwiyanto menyebut penghentian operasi itu disebabkan kemarau panjang.
"PLTA Cirata 1.000 Mega Watt (MW) dan Saguling 700 MW di Jawa Barat tidak bisa beroperasi karena air waduk yang terbatas dan diprioritaskan untuk pengairan," ungkapnya seperti dikutip situs resmi Kementerian ESDM, Minggu (1/11).
Bersamaan dengan itu, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Paiton unit 7 dan 8 kapasitas 1.200 MW juga mengalami gangguan. Ini kian menambah defisit pasokan listrik di Jawa dan Bali.
"Beban puncak sistem kelistrikan Jawa Bali sekitar 23.900 MW pada pukul 18.00-22.00. Ada kemungkinan defisit ini masih akan berlangsung beberapa hari ke depan jika perbaikan beberapa pembangkit yang terganggu mengalami keterlambatan," tuturnya.
Bambang menegaskan, pihaknya akan berupaya mempercepat perbaikan pembangkit. Selain itu, perusahaan plat merah ini juga meminta pelanggan mematikan lampu dan alat elektronik yang diperlukan, terutama pada waktu beban puncak. (mdk/yud)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya