Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kemarahan Mendag Enggar sebab UE batasi produk sawit RI

Kemarahan Mendag Enggar sebab UE batasi produk sawit RI Mendag Enggartiasto di Malang. ©2017 merdeka.com/darmadi sasongko

Merdeka.com - Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita telah menyampaikan keberatan secara lisan tertulis kepada parlemen Uni Eropa (UE) terkait kebijakan sawit RI. Mendag keberatan atas keputusan UE karena sawit Indonesia sudah diolah secara keberlanjutan atau suistaibable.

"Kami keberatan, kita sudah melalukan sustainabel seperti ISPO dan sebagainya, ini akan ganggu perjanjian kita dengan EU kalau hal-hal seperti ini didiamkan," ucap Mendag Enggar di Hero Sarinah, Jakarta, Rabu (12/4).

Menurut parlemen Uni Eropa, sawit di Indonesia dinilai masih menciptakan banyak masalah mulai dari deforestasi, korupaj, pekerja anak-anak, sampai pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

"Kita sekarang juga sampaikan ini menyangkut sekian banyak petani, sekian banyak industri kecil, tapi langkah ini tidak mencerminkan hal itu. Masalah sawit sekarang kalau bicara deforestasi, apa bedanya sawit dengan minyak nabati lain? Apa bedanya dengan vegetable oil di Eropa?" tegas Enggar.

Enggar menegaskan, pengolahan vegetable oil juga menggundulkan hutan sebelum ditanam. Namun anehnya, Eropa tidak komplain masalah ini.

"Apakah tidak ada kepentingan dagang di sana? Disalurkan melalui Parlemen Eropa, ini yang saya sampaikan protes."

Di Manila, palm oil menurut Enggae tidak ada bedanya dengan Airbus di Prancis. Enggar menduga ada perang dagang di sawit Indonesia.

"Anda minta jangan perang dagang tapi Anda memulai ini, benar-benar ingatkan pada parlemen Eropa, kalau mau benar-benar dagang tanpa double standart, kami sudah mulai dengan ISPO. Kayu pun mereka terapkan SLVK, tapi tidak semua."

(mdk/sau)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP