Keluhan warga soal harga cabai meroket jadi Rp 70.000 per Kg
Merdeka.com - Harga cabai merah keriting mulai melonjak beberapa hari terakhir dibeberapa pasar tradisional yang ada di Banyumas dan Cilacap, Jawa Tengah. Kenaikan harga komoditas pertanian tersebut dikeluhkan warga karena saat ini menyentuh harga hingga Rp 70.000 per kilogram.
Seorang warga di Purwokerto, Yanti menyebut, lonjakan harga cabai merah keriting membuatnya harus berpikir ulang untuk membelinya. "Kalau sekarang, beli cabai harus mikir berkali-kali. Naiknya luar biasa tinggi," ujarnya, Selasa (8/11).
Kenaikan harga cabai yang tinggi tersebut membuatnya mengeluarkan uang lebih dari biasanya, hanya untuk membuat sambal yang biasanya dibuat untuk lauk makan. Tak hanya warga, penjual cabai merah di Pasar Wage Purwokerto, Sutinah (42) mengakui sudah dua minggu terakhir harga cabai tinggi.
"Kalau normal, dulunya hanya Rp 45.000 per kilogram untuk cabai merah keriting. Sedangkan, harga cabai jenis lainnya masih sekitaran Rp 54.000 per kilogram," ujarnya.
Kondisi tersebut, jelas Sutinah, dikarenakan minimnya pasokan dari petani. "Katanya, karena curah hujan yang tinggi dan akibatnya banyak cabai terserang penyakit sehingga hasil panennya tidak bagus," katanya.
Sementara itu, petani cabai di Desa Serang Kecamatan Karangreja Purbalingga, Suyitno mengakui sepanjang tahun ini, nyaris semua petani tidak bisa mendapat hasil maksimal saat panen cabai. "Paling banyak hanya sekitar 50 persen saja. Kondisi seperti ini sudah terjadi sejak awal tahun," ujarnya.
Dia mengemukakan, curah hujan yang tinggi menyebabkan banyak tanaman cabai terserang penyakit. Akibatnya, banyak tanaman cabai yang mati. "Petani juga merugi dengan kondisi cuaca yang tidak menguntungkan pada tahun ini," jelasnya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya