Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kelola limbah jadi fulus, Ayu sanggup kantongi Rp 20 juta per hari

Kelola limbah jadi fulus, Ayu sanggup kantongi Rp 20 juta per hari Kipas berbahan dasar limbah. Kipas berbahan dasar limbah. Novita©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Bermula dari melakukan pelatihan wirausaha di Lembaga Permasyarakatan Kerobokan Bali bagi para napi, Ayu Mas Utari terus melatih keterampilannya dalam berkreasi. Ayu sendiri pernah terjun dalam usaha industri pembuatan keben batik yakni sejenis wadah untuk tempat persembahyangan bagi umat Hindu.

Setelah mengikuti pelatihan keterampilan, Ayu mencoba mengembangkan bisnis sendiri yaitu membuat desain batik ke dalam aplikasi kipas tangan. Bahan baku untuk kipas tangan ini memanfaatkan limbah kaleng, limbah oli, limbah kain dan limbah kawat.

"Bisnis ini sudah delapan tahun berjalan, kipas tangan berdesain batik ini mendapat respon positif dari pasar," ujarnya kepada merdeka.com, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Bermodal awal Rp 50 juta, Utari dapat memperkenalkan produk kipas di dalam negeri. Biasanya, warga asing dalam negeri paling meminati kipas tangan berbahan baku limbah.

"Kipas tangan produksi kami ini memang ramah lingkungan, pelanggan asing lebih suka kipas tangan dari limbah. Mereka (pelanggan lokal atau internasional) biasanya memasangkan kipas tangan berseragam dengan kebaya batik," jelas dia.

Harga yang ditawarkan Utari terbilang sangat murah, dirinya mematok kipas tangan mulai Rp 10.000 hingga Rp 1.500.000. Untuk cara pemasarannya pun beragam, mulai sistem online, pameran kerajinan tangan di Bali ataupun luar Bali. Penjualan langsung dengan cara menawarkan ke hotel, instansi, bank, butik, penjualan door to door hingga teknik pemasaran pencetakan brosur dan leaflet.

Selain itu dirinya juga menjalin kerja sama dengan pihak lain seperti pameran pagelaran fashion dan wedding organization. Sehingga Utari dapat mengantongi omzet hingga Rp 20 juta per harinya.

"Kalau sedang ramai-ramai pesanan dari perusahaan, lalu pameran-pameran bisa maksimal Rp 20 juta per hari atau 5000 kipas tangan," kata dia.

Pelanggannya pun juga beraneka ragam, mulai kalangan muda-mudi, orang tua, lansia hingga pejabat-pejabat di Bali. Dengan memperkerjakan 20 orang pegawai termasuk 5 pelukis khusus kipas tangan, Utari bisa memproduksi 500 kipas per harinya.

"Mereka pekerja digaji sesuai UMR berkisar Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta per bulannya," ungkapnya. (mdk/bim)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP