Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kekosongan stok, DKI Jakarta dan sekitarnya darurat Premium

Kekosongan stok, DKI Jakarta dan sekitarnya darurat Premium Pertamina. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Masyarakat DKI Jakarta dan sekitar bakal tak bisa membeli premium di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Hal ini disebabkan karena kekosongan stok premium di SPBU Jakarta dan sekitarnya.

Warga Depok, Arbi (28), mengaku setiap berangkat ke kantor, dia selalu membeli premium di SPBU Depok. Namun, petugas SPBU menaruh pengumuman jika bensin premium kosong.

"Ini sudah dua hari. Kemarin juga begitu," kata dia kepada merdeka.com di Jakarta, Kamis (3/12).

Akhirnya, Arbi terpaksa membeli BBM yang lebih mahal Pertamax. Kendati demikian, dia mengaku tak masalah membeli Pertamax karena untuk menutupi bahan bakar yang biasa dibeli yaitu Premium.

"Tidak masalah, Cuma jangan sampai terjadi darurat atau kelangkaan Premium," kata dia.

Menanggapi hal itu, Vice President Corporate Communication Wianda Pusponegoro mengatakan kekosongan Premium di SPBU Jakarta dan Depok lantaran sistem yang diterapkan Pertamina di terminal BBM Plumpang, Jakarta Utara. Menurut dia, Sistem ini berbentuk penjadwalan otomatis ke setiap SPBU yang kehabisan stok Premium.

"Semua ini adalah bentuk penyempurnaan sistem baru autoschedulling dari terminal BBM Plumpang," kata Wianda.

Sistem ini, lanjut Wianda, lebih baik dari sistem sebelumnya. Lantaran, sistem baru ini dapat melacak SPBU yang memerlukan tambahan BBM sesuai dengan alat monitor yang terpasang di tangki timbun.

"Justru sistem ini akan mempercepat pengantaran BBM ke lokasi-lokasi yang memerlukan. Tanpa sopir ataupun pengelola mobil tangki. Sistem ini baru diterapkan pada 30 November 2015," pungkas dia.

(mdk/sau)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP