Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kekayaan laut pulau perbatasan mulai dilirik negara asing

Kekayaan laut pulau perbatasan mulai dilirik negara asing Ilustrasi pulau. ©2015 Merdeka.com/stunningplaces.net

Merdeka.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan 40 pulau terluar menjadi sentra kelautan dan perikanan terpadu hingga 2019. Nantinya, setiap pulau akan dikembangkan sesuai komoditas andalannya masing-masing.

"Sampai 2019, bisa sampai 30-40 titik pulau maupun wilayah pesisir," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kelautan dan Perikanan (KKP) Sjarief Widjaja di Kantornya, Jakarta, Selasa (8/3).

Pihaknya menambahkan berencana membuat sentra ekspor baru. "Itu harus mendorong kapasitas buildingnya. Kapasitas diri sendiri, kelembagaan, dan kapasitas mereka bisa berkomunikasi dengan negara tetangga," ujarnya.

Pihaknya mencatat beberapa komoditas pulau pesisir mulai dilirik negara-negara tetangga. Salah satunya Pulau Saumlaki, yang mempunyai potensi perikanan tangkap mencapai 36.500 ton per tahun, mulai diminati Australia.

"Misalnya Saumlaki saya dengar sedang membuat rintisan ke Darwin, penerbangan ke Darwin. Keluar dari Pulau Saumlaki kita bisa bicara ikan, masuk Samlauki apa? Oleh sebab itu sister city diperlukan," katanya.

Sjarief mengungkapkan selama ini pengembangan sektor kelautan dan perikanan berjalan masing-masing. Menurut dia, ini menyebabkan timbulnya jaringan-jaringan kartel yang dibentuk pengusaha.

"Selama ini pengusaha jalan sendiri. Dengan berpikir kalau berkomunitas akan memunculkan kompetisi yang tidak sehat atau mereka bersatu mereka kerjakan kartel menekan masyarakat. Itu kita tidak inginkan," tuturnya.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP