Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

KEIN minta kebijakan perbankan harus sasar semua lapisan masyarakat

KEIN minta kebijakan perbankan harus sasar semua lapisan masyarakat ATM . Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Komite Ekonomi dan Industri Nasional meminta sektor perbankan untuk membuat kebijakan yang mendorong bergeraknya usaha masyarakat. Untuk itu, perlu disusun model bisnis dan visi misi perbankan yang tepat arah dalam menyasar semua lapisan masyarakat, agar mereka mudah dalam mengakses layanan keuangan.

Anggota Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Muhammad Syafii Antonio mengatakan kebijakan perbankan yang memudahkan masyarakat mengakses pembiayaan dan keuangan juga ikut mendongkrak tumbuhnya perekonomian Indonesia.

"Harapan pertumbuhan ekonomi nasional yang baik itu angkanya di atas 2 digit, bisa saja itu terealisasi dengan kontribusi perbankan," ujarnya di Jakarta, Sabtu (27/8).

Syafii mengatakan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia harus menyusun peta arah kebijakan keuangan. Menurutnya, penting kedua instansi tersebut menyamakan visi misinya agar nantinya saling menguatkan saat menetapkan kebijakan keuangan.

"Kalau arahnya sudah sama, kebijakan keuangan saling menguatkan yang berpihak untuk kemudahan akses ekonomi masyarakat, maka diharapakan tingkat kesenjangan pendapatan masyarakat menurun," jelasnya.

Dia mengusulkan agar kebijakan pembiayaan dan keuangan nantinya banyak mengarah ke tingkat usaha mikro dan pedesaan. Nantinya dengan begitu, lanjutnya, mampu membuat koperasi menggeliat dan pendapatan keuangan di desa meningkat.

"Teknologi juga semakin berkembang sebab ditunjang dengan akses kemudahan permodalan. Begitu juga bank bisa mengalokasikan sekurangnya 5% untuk arah pendidikan kejuruan sebab banyak masyarakat kita yang masih mengenyam pendidikan formil hanya sampai tingkat SMA, bahkan SMP," jelasnya.

Terkait sistem Financial Technology (Fintech) yang saat ini dikembangkan, dia berharap agar fintech tidak diberlakukan dengan kebijakan yang berat, seperti diterapkan ke model Bank Perkreditan Rakyat (BPR).

"Alasannya sebab bagaimanapun juga tidak akan dapat bisa mengambil alih peran bank," kata Syafii.

Syafii juga ingin nantinya bila muncul kebijakan keuangan yang digodok OJK dan BI, jangan sampai justru mematikan industri keuangan di bawahnya. Menurutnya, industri jasa keuangan dan perbankan harus sama-sama saling tumbuh.

(mdk/sau)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP