Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

KEIN: Kemiskinan Turun Sebab Pemerintah Jokowi Berhasil Tekan Harga Pangan

KEIN: Kemiskinan Turun Sebab Pemerintah Jokowi Berhasil Tekan Harga Pangan Kemiskinan kota meleset. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) menyebut bahwa pemerintah Jokowi-JK telah berhasil mengurangi laju inflasi pada 2018 hingga menyentuh angka 3,13 persen. Keberhasilan itu diklaim turut berimbas pada pengurangan angka kemiskinan Indonesia, yang pada Maret tahun lalu tercatat sebagai yang terendah sepanjang sejarah, yakni sebesar 9,82 persen.

Wakil Ketua KEIN, Arif Budimanta menjelaskan, kesuksesan tersebut bisa tercapai berkat menipisnya selisih antara laju inflasi umum dan inflasi bahan makanan per 2018, yakni 3,13 persen berbanding 3,41 persen. Menurutnya, itu merupakan indikator bahwa pemerintah dapat menjaga harga bahan makanan di masyarakat.

"Kalau bahan makanan bisa dikendalikan dengan baik, maka jumlah orang miskin akan lebih cepat keluar dari garis kemiskinan yang ada," ungkap dia di Jakarta, Rabu (2/1).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2018, bahan makanan berkontribusi 71,04 persen terhadap garis kemiskinan. "Artinya, ada hubungan yang kuat antara penurunan kemiskinan dengan stabilnya inflasi," sambungnya.

Selain itu, pemerintah selama periode 2014-2018 juga berhasil menurunkan inflasi bahan makanan hingga lebih dari sepertiga dibanding 5 tahun sebelumnya. "Capaian pengendalian harga ini sangat penting, karena harga pangan memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap kemiskinan," tegas dia.

Adapun angka inflasi yang paling banyak mempengaruhi kemiskinan yakni harga komoditas pokok seperti beras. Jika harga beras bisa ditekan, tambahnya, maka daya beli masyarakat dapat terjaga.

Arif menyatakan, laju kenaikan harga beras pada 2014 hingga 2018 lebih terkendali dengan rata-rata sebesar 5,2 persen per tahun. Angka tersebut disebutnya lebih rendah dibanding rata-rata laju kenaikan pada periode 2009-2013 yang sebesar 8,5 persen per tahun.

"Bahan makanan memberikan kontribusi besar terhadap pengeluaran rumah tangga secara umum. Yang paling utama adalah ongkos beli beras. Kalau kita lihat pergerakan inflasi kita, itu sudah bisa kita jaga," tandasnya.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP