Kebocoran Minyak Cemari 8 Desa di Karawang, Pertamina Diminta Gerak Cepat
Merdeka.com - PT Pertamina (Persero) diminta bertanggungjawab penuh atas terjadinya kebocoran pipa di Blok Offshore North West Java (ONWJ). Kebocoran pipa itu menyebabkan tercemarnya lingkungan di wilayah Karawang, Jawa Barat.
"Pertamina yang mengelola pipa Blok ONWJ harus bertanggungjawab dengan bertindak cepat untuk segera mengatasi kebocoran yang menyebabkan minyak mencemari 8 desa di Karawang," kata Direktur Institute 123M, Sayidi dalam pernyataan persnya, Sabtu (27/7).
Sayidi juga meminta Pertamina agar mengganti kerugian kepada masyarakat yang terdampak pencemaran minyak tersebut. Pihaknya pun akan membentuk tim pendamping hukum bagi masyarakat yang terkena dampak kebocoran minyak Pertamina di Karawang.
"Kebocoran minyak yang terjadi bisa mengancam keberlangsungan hidup masyarakat secara jangka panjang, baik secara sosial maupun ekonomi. Sebagai perusahaan besar tentunya Pertamina wajib melakukan ganti rugi kepada para petani serta masyarakat di sekitar. Pertamina wajib menggantinya," tegasnya.
Mantan Ketua Umum Badko HMI Jabotabek-Banten itu juga mengingatkan bahwa dampak lain akibat pencemaran minyak ini bisa mengakibatkan kesehatan masyarakat menjadi buruk. "Apabila Pertamina tidak secepatnya mengantisipasinya, maka tidak hanya soal ekonomi dan lingkungan saja yang akan berakibat buruk bagi masyarakat, tapi soal kesehatan juga. Selain penyakit kulit, bisa berdampak bagi menurunnya kualitas hidup masyarakat setempat," ujarnya.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang, hingga hari ke lima, tumpahan minyak sudah tersebar di 7 desa yang tersebar di 5 Kecamatan. Hal ini berdampak pada nelayan dan petani tambak.
Sebelumnya, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fajriyah Usman mengatakan, PT Pertamina sebagai induk perusahaan akan mengambil alih penanganan kebocoran gas ini. Langkah ini merupakan komitmen Perseroan dalam melakukan upaya insentif untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
"Saat ini (penanganan) ditarik ke level korporat sebagai komitmen Pertamina menyelesaikan masalah ini seintensif mungkin," kata Fajriyah.
Pertamina bergerak cepat dengan mendirikan 4 posko medis untuk mengantisipasi munculnya gangguan kesehatan masyarakat atas peristiwa oil spill di sekitar Anjungan Lepas Pantai YY Area Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (ONWJ), Kawarang, Jawa Barat.
Sejak Rabu (24/7), Pertamina melalui anak usaha PT Pertamedika langsung menurunkan peralatan dan tenaga medis untuk melayani kebutuhan pengobatan masyarakat di sekitar desa terdampak.
Fajriyah Usman mengatakan jumlah pasien rata-rata yang ditangani empat posko tersebut rata-rata mencapai 120 orang. Adapun keempat posko itu terletak di Cemara Jaya, Posko Sungai Buntu, PSedari, dan Pantai Mutiara.
Dari hasil pemeriksaan, keluhan pasien antara lain gatal-gatal, pegal-pegal, batuk, dan penyakit lain seperti hipertensi. "Berdasarkan identifikasi sementara, keluhan mereka tersebut bukan dampak langsung dari oil spill," katanya.
Sampai saat ini, Pertamina dan pihak terkait masih menginvestigasi penyebab kejadian tumpahan minyak tersebut. Namun, indikasi sementara menunjukkan adanya anomali tekanan pada anjungan yang menyebabkan munculnya gelembung gas dan diikuti oil spill.
"Pertamina memperkirakan perlu waktu sekitar delapan minggu sejak 25 Juli 2019 untuk menghentikan sumber gas dan oil spill. Tim emergency response Pertamina juga terus bekerja 24 jam di lapangan sekitar anjungan maupun daerah pesisir," pungkasnya.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya