Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kebijakan pemerintah jadi penyebab tutupnya Mabua Harley Davidson

Kebijakan pemerintah jadi penyebab tutupnya Mabua Harley Davidson Harley Davidson National Rally. ©REUTERS/Carlos Barria

Merdeka.com - Komisaris Utama PT Mabua Motor Indonesia, Soetikno Soedarjo menyebut Mabua Motor Indonesia telah berjuang mempertahankan keberadaan keagenan Mabua Harley Davidson di Indonesia. Namun, kebijakan pemerintah yang meningkatkan tarif bea masuk serta pajak terkait importasi dan penjualan motor besar yang terus meningkat selama tiga tahun terakhir membuat Mabua merugi.

"Saya dan pak Djhonny sudah berpikir keras kedepannya. Tahun 2013 kita bisa menjual 1.000 motor tapi tahun 2015 kemaren kita hanya menjual 470 motor. Ini karena faktor eksternal. Kita sudah bekerja dengan baik, melakukan marketing dengan baik, dan Berbulan-bulan berpikir," ujar Soetikno di Mabua Cafe, Jakarta, Rabu (10/2).

Selain itu, kata Soetikno, kebijakan kenaikan pajak tersebut yang berakibat pada menurunnya minat masyarakat terhadap motor gede (Moge) asal Amerikat tersebut.

"Mereka berpikir dengan harga Harley Rp 1,4 miliar di Indonesia, saya mending beli Merci S Class daripada Harley. Mati aku," kata dia.

Kendati demikian, Harley Davidson pusat yang berada di negeri Paman Sam tengah mencari keagenan baru pengganti Mabua Harley Davidson di Indonesia. Sejauh ini, sejumlah nama sudah berminat untuk menggantikan Mabua di keagenanan Harley Davidson Indonesia.

"Harley Davidson sedang mencari dealer siapa yang mau menjadi dealer selanjutnya. Dealer banyak yang minat termasuk Astra, Garasindo, beberapa anggota kita juga berminat, sudah on proses. Dalam waktu dekat akan dikonfirmasi pihak-pihak mana yang bisa menjadi dealer Harley di Indonesia," pungkas dia.

(mdk/sau)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP