Kawasan wisata monyet 'Monkey Forest' Bali minimal raup Rp 225 juta per hari
Merdeka.com - Kawasan wisata 'Monkey Forest' di Desa Pakraman Padangtegal, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar mampu meraup minimal Rp 225 juta per hari. Angka ini dengan asumsi kunjungan rata-rata terendah wisatawan sebesar 4.500 orang per hari dengan biaya tiket Rp 50.000 per orang.
Bendesa Padangtegal, I Made Gandra, mengatakan destinasi wisata Monkey Forest yang populer di kalangan turis di Pulau Dewata itu merupakan salah satu usaha milik Desa Pakraman Padang Tegal, Kecamatan Ubud.
Dia menambahkan belanja makanan untuk sekitar 750 monyet di destinasi wisata 'Monkey Forest' menghabiskan Rp 5 juta per hari. "Kami sediakan makanan buah-buahan untuk sekitar 750 monyet di destinasi wisata Monkey Forest," katanya seperti dikutip dari Antara di Kecamatan Ubud, Gianyar, Selasa (27/2).
Dia menjelaskan, seperti manusia, monyet jika kebutuhan makanan, seks, dan ruang bermainnya dipenuhi maka mereka akan jinak dan ramah. "Makanya, hampir tidak laporan ada monyet di Monkey Forest yang nakal kepada turis," katanya.
Kawasan hutan yang banyak didiami ratusan monyet itu mulai dikelola secara bisnis sejak awal 1970an, kemudian dekade 1980an dikelola secara lebih serius sehingga berkembang hingga saat ini.
Jika musim turis ramai, kedatangan turis bisa mencapai 6.000 orang per hari. Rata-rata 70 persen merupakan turis asing dan sisanya 30 persen turis domestik. Saat ini, destinasi wisata Monkey Forest itu memperkerjakan sekitar 100 orang.
Sejak 2017, harga tiket masuk naik menjadi Rp 50.000 per orang dari Rp 20.000 per orang sebelum 2017. Kenaikan harga tiket masuk disebabkan karena perluasan areal hutan Monkey Forest dari tujuh Ha menjadi 12,5 Ha.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya