Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kata Jokowi soal IHSG cetak rekor baru di level 6.000

Kata Jokowi soal IHSG cetak rekor baru di level 6.000 Jokowi. ©2017 Merdeka.com/Istimewa

Merdeka.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Rabu (25/10) ditutup mencetak rekor baru karena menguat 73,35 poin (1,23 persen) ke level 6.025 setelah bergerak di antara 5.961-6.025. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut, perubahan itu adalah dampak psikologis pasar.

"Ya itu sebuah apa, dampak psikologis yang 6.000," ucapnya usai membuka Rapat Kerja Nasional Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Rakernas Walubi) Tahun 2017 di Hall B3 Jakarta International Expo (Ji-Expo), Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (26/10).

Presiden Jokowi berharap, peningkatan IHSG itu tidak lekas menurun. Sehingga nantinya bisa berdampak pada sektor riil.

"Kita harapkan uang itu, dana itu tidak hanya muncul di portofolio tapi bisa masuk ke sektor-sektor riil. Utamanya usaha kecil usaha menengah yang bisa juga hidup menikmati dari kenaikan indeks harga saham," kata dia.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai, penguatan IHSG merupakan cerminan dari fundamental dari perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Jika laporan keuangan perusahaan-perusahaan tersebut positif, maka IHSG juga akan semakin positif.

"Saya rasa IHSG itu selalu dipacu oleh pertama masalah fundamental. Yaitu dari berbagai macam perusahaan IPO, kalau fundamental dari perusahaan-perusahaan yang listed ini baik, katakan jika mereka melaporkan keuangannya keuntungannya naik tentu itu akan memberikan tren positif," kata Sri Mulyani di kantornya, Jakarta, Rabu (25/10).

Faktor kedua, IHSG juga didorong oleh sentimen dan persepsi. Dari dalam negeri, sentimen ini dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah dalam menjaga momentum ekonomi terus positif. Dia melihat, dari sisi permintaan konsumsi, investasi, dan ekspor impor masih menunjukkan tren positif.

"Kalau ini ditambah dengan kerja pemerintah untuk terus melakukan simplifikasi, mengurangi regulasi, meningkatkan pelayanan ke masyarakat dan dunia usaha. Maka momentum positif ini akan menimbulkan persepsi positif," imbuhnya.

Sementara dari sisi luar negeri, pengaruh dari negara-negara maju, faktor ekonomi, dan politik. Hal-hal itu yang harus diperhatikan agar ekonomi Indonesia tetap stabil.

"Jadi IHSG mencerminkan fundamental. Kalau dia semakin baik maka fundamental dari para perusahaan yang masuk bursa maka saya harapkan makin sehat neracanya. Kedua, menggambarkan sentimen positif terhadap arah kebijakan pemerintah, seperti kebijakan fiskal," pungkasnya.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP