Kasus dugaan korupsi TPPI, Menteri ESDM ibaratkan bisul pecah
Merdeka.com - Sejak siang tadi, Selasa (5/5), Bareskrim Mabes Polri melakukan penggeledahan di Kantor SKK Migas, Wisma mulia, Jakarta. Penggeledahan terkait kasus dugaan korupsi penjualan kondensat TPPI yang merugikan negara hampir mencapai Rp 2 triliun pada periode 2009.
Dugaan korupsi tersebut sudah lebih dari lima tahun lalu dan baru disidik Bareskrim Mabes Polri saat ini. Menteri ESDM Sudirman Said mengaku tidak bisa berkomentar banyak lantaran kasus dugaan korupsi penjualan kondensat karena sudah masuk ranah hukum.
Dia hanya berharap kasus itu dapat diselesaikan dengan cepat. Dengan begitu pemerintah dapat segera mengelola aset-aset milik TPPI yang saat ini menjadi milik pemerintah. Sebab, TPPI mempunyai utang kepada pemerintah hampir mencapai Rp 17 triliun.
"Saya berharap ini segera selesai, kita hormati penegakan hukum supaya pemerintah bisa mengeksekusi hak-haknya, karena sebetulnya pemerintah sudah punya hak mayoritas tetapi karena di belakangnya membeli banyak persoalan dan mudah-mudahan ini suatu bisul pecah bahwa persoalan akan diurai melalui proses ini segera tuntas dan pemerintah bisa mengontrol sehingga bisa menambah kapasitas pengolahan kita," ujar dia dalam konferensi pers di kantor SKK Migas, Jakarta, Selasa (5/5).
Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi juga tidak banyak berkomentar soal kasus tersebut. Dia menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut kepada penegak hukum.
"Kondensat tersebut memang dari lapangan Senipah (Blok Mahakam) dan saya tidak bisa bicara detailnya karena sudah masuk ke ranah hukum," kata Amien. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya