Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kasus Arcandra, investor ragukan proses rekrutmen menteri Jokowi

Kasus Arcandra, investor ragukan proses rekrutmen menteri Jokowi Arcandra Tahar. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Kasus kewarganegaraan ganda Mantan Menteri ESDM Arcandra Tahar berbuntut panjang. Permasalahan ini dinilai mencoreng kredibilitas pemerintah terutama dalam perekrutan seorang menteri.

Polemik ini menjadikan pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla dipandang lemah oleh para investor. Sebab, proses perekrutan menteri Kabinet Kerja tidak berjalan dengan baik.

"Tentu para investor akan mempertanyakan dwi kenegaraan tapi lalu bagaimana Pak Chandra lolos dari screening para calon menteri lainnya," ujar Kepala Riset NH Korindo Securities, Reza Priyambada ketika dihubungi merdeka.com, Jakarta, Selasa (16/8).

Menurut Reza, pencopotan Arcandra ini merupakan murni kesalahan pemerintah. Akibatnya, banyak para investor yang merasa ragu kinerja menteri Joko Widodo-Jusuf Kalla.

"Tentu ini bukan kesalahan pak menteri, ini kesalahan siapa yang sudah merekrut dia. Kok bisa dwi kewarganegaraan sampai bisa luput," kata Reza.

Meski demikian, pencopotan ini tidak terlalu berpengaruh terhadap pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) maupun saham yang bergerak di sektor energi. Alasannya, Arcandra belum lama menjabat sebagai menteri dan mengeluarkan kebijakan yang berpengaruh terhadap pasar keuangan dalam negeri.

"Muncul masalah ini belum sempat memberikan negatif," pungkasnya.

Sebelumnya, pencopotan Arcandra resmi diumumkan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno dalam konferensi pers di Istana Negara, Senin (15/8) malam. Pencopotan tersebut diduga karena adanya polemik kewarganegaraan ganda.

"Menyikapi pertanyaan-pertanyaan publik terkait dengan status kewarganegaraan Menteri ESDM saudara Arcandra Tahar, dan setelah memperoleh informasi dari berbagai sumber, presiden memutuskan untuk memberhentikan dengan hormat saudara Arcandra Tahar dari posisi sebagai menteri ESDM," kata Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

(mdk/sau)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP