Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Karyawan Merpati boleh mogok, tapi jangan abaikan penumpang

Karyawan Merpati boleh mogok, tapi jangan abaikan penumpang Merpati. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia ikut angkat bicara soal aksi pegawai dan pilot maskapai penerbangan Merpati Nusantara Airlines (MNA) yang melakukan mogok kerja. Mogok kerja ini dilakukan karena pegawai tersebut mengklaim belum digaji selama dua bulan.

Ketua Harian YLKI, Husna Zahir mengatakan, pegawai Merpati boleh saja melakukan mogok kerja untuk menuntut hak mereka. Namun kepentingan penumpang tidak boleh diabaikan.

"Enggak bisa gitu, hak dan kewajiban memberi tiket tanggung jawab mereka. Penumpang bisa saja dialihkan ke pesawat lain. Mereka punya hak untuk memperjuangkan haknya, tidak boleh melanggar hak orang lain," ucap Husna ketika dihubungi merdeka.com di Jakarta, Senin (27/1).

Jika akhirnya aksi ini membuat penumpang tidak terbang, pertanggungjawaban dengan refund (pengembalian) uang tiket tidak cukup. Merpati berkewajiban mencarikan armada lain tanpa harus memberatkan tambahan biaya.

"Sah-sah saja memperjuangkan hak mereka ke perusahaan tapi dia punya kewajiban jangan dilanggar. Itu masalah (belum digaji) internal mereka, bagaimana manajemen antisipasi hal itu. Aturan jelas bagaimana mengalihkan. Tidak cukup refund. Kebutuhan penumpang untuk berangkat," tegasnya.

Meski begitu pihaknya mengaku belum mendapat aduan dari konsumen Merpati. Husna berjanji selalu memantau jika memang ada hak penumpang Merpati yang diabaikan. "Saya belum lihat email," katanya.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP