Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Karyawan Freeport mogok, aktivitas tambang berhenti

Karyawan Freeport mogok, aktivitas tambang berhenti Freeport. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Sejak siang tadi, Selasa (25/11), ratusan karyawan PT Freeport Indonesia menutup akses ke lokasi tambang Grasberg dan tambang bawah tanah, Papua. Mereka menuntut agar pihak manajemen memperlakukan karyawan dengan adil.

Sebab, sejumlah karyawan Freeport yang tergabung dalam Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) lolos dari sanksi pihak manajemen setelah mengancam bakal melakukan pemogokan. Hal ini melahirkan kecemburuan di kelompok karyawan lainnya.

"Mereka menutup akses ke tambang dengan menggunakan pohon yang ditebang," ujar sumber merdeka.com saat ditemui di Timika, Papua.

Otomatis aktivitas pertambangan sepanjang hari ini berhenti. Yang diperbolehkan melakukan aktivitas hanya pemantau tebing dan pemantau pompa air di kawasan pertambangan. Dari pihak manajemen Freeport belum ada yang menemui karyawan. "Kemungkinan penutupan ini akan berlangsung lama," katanya.

Diceritakannya, karyawan menuntut agar pihak manajemen mencabut kesepakatan dengan SPSI. Salah satunya soal pembentukan dewan arbitrase yang berfungsi menyelesaikan setiap perselisihan antara serikat pekerja dan manajemen. Dewan ini beranggotakan tiga orang terdiri dari perwakilan serikat pekerja, manajemen Freeport dan pihak independen.

Penutupan akses menuju tambang juga berdampak pembatalan kunjungan perwakilan Kementerian ESDM dan dubes Kanada.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP