Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

'Kapal tol laut seperti busway, tetap jalan meski tak ada penumpang'

'Kapal tol laut seperti busway, tetap jalan meski tak ada penumpang' Menhub Ignasius Jonan dan Mendag Thomas Lembong. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengaku optimistis perbedaan harga antara wilayah Indonesia bagian Barat dan Timur bisa hilang. Ini dikarenakan diluncurkannya angkutan kapal barang berjadwal perdana dalam program Tol Laut, yang digagas oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Keoptimisan Menteri Jonan berangkat dari penerapan aturan bahwa kapal tetap akan jalan walau tak ada barang yang diangkut. Bahkan, dirinya menyakini operator kapal tidak akan merugi meski berlayar tidak dalam posisi muatan penuh lantaran Pelni telah menerima subsidi atau Public Service Obligation (PSO) untuk menutup biaya operasional bila kapal sepi barang.

"Harga-harga barang di Indonesia bagian Timur nanti tidak jauh beda dengan daerah produksi (Indonesia bagian Barat). Ada angkutan atau tidak. Seperti busway, ada penumpang atau tidak, dia jalan," ujarnya di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (4/11).

Nantinya, kapal angkutan barang berjadwal yang diluncurkan Kemenhub akan melayani rute-rute non komersial yang jarang atau tidak dilayani kapal niaga komersial. Dengan adanya angkutan kapal berjadwal, angkutan logistik di pulau kecil ataupun Indonesia Timur bisa diturunkan.

"Studi kami di daerah, pedagang di sana tidak tahu kapal datang atau pergi. Akibatnya, harga ditentukan oleh tinggi gelombang, ada kapal datang atau tidak. Ada 2 minggu datang 4 kapal, 2 minggu kemudian tidak ada kapal datang," jelas dia.

Menteri Jonan menambahkan, bila rute tol laut sudah mulai dilalui oleh kapal niaga komersial swasta secara berjadwal, Kemenhub akan memindahkan trayek subsidi ke trayek lain yang masih belum terlayani angkutan kapal terjadwal.

"Rute melayani daerah yang tidak ada kapal swasta atau kapal swasta terjadwal. Kalau kapal swasta sudah bisa berlayar terjadwal, maka kapal akan diarahkan ke daerah lain," ungkapnya.

Untuk itu, setiap akhir tahun, Kemenhub akan melakukan evaluasi terhadap tingkat kepuasan konsumen pengguna jasa kapal tol laut. "Kami akan survei kalau berjalan 1 tahun. Kami akan nilai customer satisfaction, jalan atau tidak. Tolong Pelni karena dapat penunjukan, mudah-mudahan penugasan bisa dijalankan," tutup dia.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP