Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kapal pengeboran migas didominasi bendera asing

Kapal pengeboran migas didominasi bendera asing Ilustrasi Migas. shutterstock.com

Merdeka.com - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) prihatin dengan minimnya jumlah kapal pengeboran yang berbendera Indonesia. Kapal pengeboran migas di dalam negeri masih didominasi kapal-kapal berbendera asing.

Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini menyebutkan. berdasarkan data SKK Migas, baru terdapat 3 unit kapal pengeboran berbendera Indonesia. "Kebutuhan kapal pengeboran sampai dengan 2015 sekitar 64 kapal. Kondisi ini menunjukkan suplai kapal pengeboran berbendera Indonesia masih sangat jauh dari kebutuhan operasional di hulu migas," ujar Rudi dalam pidatonya saat membuka Konvensi Nasional Penunjang Operasi Migas di Bandung, Rabu (22/5).

Namun untuk kapal penunjang operasi di sektor hulu migas sebanyak 672 unit, hanya 3 persen atau 20 kapal saja yang masih berbendera asing. "Artinya, 97 persen kapal telah berbendera Indonesia," katanya.

Rudi menambahkan, SKK Migas telah bekerja sama dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) dalam upaya pemenuhan implementasi azaz cabotage yang digulirkan pemerintah. Salah satunya memasukkan klausul kewajiban berbendera Indonesia dalam setiap proses pengadaan kapal, mengoptimalkan sharing capacity untuk penggunaan fasilitas penunjang operasi, dan melibatkan industri galangan kapal nasional dalam setiap pembangunan kapal baru di kontraktor KKKS. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP