Kapal asing penerobos laut eksklusif Indonesia ternyata milik Ahok
Merdeka.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti kembali meradang. Melalui alat pemantau kapal yang dimiliki Kementeriannya, Susi mendapati adanya kapal asing menerobos Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia dari Timor Timur.
Diketahui, kapal tersebut bernama Bandar Nelayan 2008 diduga tengah melakukan bongkar muat (transhipment) di laut.
"Kapal angkut dari East Timor dari Indonesia mau ngapain? Kenapa kapal angkut Indonesia dari East Timor, kalau laut dari east timor punya east timor," ujar Susi di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (6/3).
Mengetahui hal itu, Sekjen Asosiasi Tuna Long Line (ATLI) yang kebetulan tengah bertandang ke kantor Susi berkilah bahwa kapal tersebut tidak sedang melakukan transhipment.
Dwi mengenal pemilik kapal tersebut yang bernama Ahok berasal dari Sorong, Papua. Dia salah satu anggota ATLI. Kapal itu dikatakan Dwi hanya mengambil cumi kemudian bawa pulang ke Benoa Bali.
"Kita hubung Ahok, Kalau dari atas, arus besar. dia ambil cumi dari Sorong dibawa ke Bali. Nanti dicek saja kalau sudah masuk. Port to port bu. Bukan transhipment," ucap Dwi memberi penjelasan kepada Susi.
Tak hanya itu, Dwi juga mengatakan bahwa Timor Timur bukan pasar ikan Indonesia. Sebab secara keekonomian masyarakat wilayah tersebut tak mampu membeli ikan. "East Timor mana mau beli ikan kita? Hidup saja susah," tuturnya.
Mendengar penjelasan Dwi, Susi kembali meradang. Dia mengungkapkan jika konsumen ikan di wilayah Timor Timur berasal dari China. Dia menjelaskan bahwa Timor Timur terdapat tempat penjualan ikan.
"Iya tapi RRC beli di sana. RRC itu kesana (Timor Timur)," tandasnya.
Informasi yang dihimpun, menurut Vehicle Monitoring System (VMS), kapal yang menerobos wilayah perairan Indonesia tersebut berkapasitas 171 Gross ton (Gt), melintas garis perbatasan 00.02 GMT atau pukul 07.00 WIB, dengan kecepatan di atas 6 knot.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya