Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kantornya diacak-acak polisi, Mendag Rachmat salahkan importir nakal

Kantornya diacak-acak polisi, Mendag Rachmat salahkan importir nakal Mendag Rachmat Gobel buka pasar murah. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Menteri Perdagangan Rachmat Gobel akhirnya bicara terkait penggeledahan kantornya yang dilakukan penyidik Polda Metro Jaya. Menteri Rachmat menolak jika disebut pihaknya kerap membuat molor proses dwelling time atau waktu bongkar muat kapal di pelabuhan.

"Kami pelajari semua permasalahannya. Koordinasi dengan Menteri Maritim dan juga kementerian lainnya," ujar Menteri Rachmat kepada wartawan di Kantornya, Jakarta Pusat, Kamis (30/7).

Dia menyebut molornya proses dwelling time lantaran para importir yang kerap baru mengurus segala perizinan begitu barangnya tiba di Pelabuhan. "Karena ada proses enggak sedikit importir kirim ke pelabuhan baru diproses. Ini kan sengaja dimainin," tudingnya.

Selain itu, lanjut Rachmat, lamanya proses dwelling time biasanya terjadi pada impor barang konsumsi. "Dari diskusi dengan Bea Cukai ada lima lebih macam barang dalam satu kontainer. Itu kan harus diperiksa satu demi satu. Sebelum ada izin impor, barang tidak boleh berangkat. Karena tren sekarang produk ilegal bisa saja masuk lewat situ salah satunya narkoba. Jadi kalau ada pengecekan wajar," kilahnya.

Sementara, Menteri Rachmat menegaskan, untuk proses bongkar muat barang impor bahan baku industri berjalan cepat. "Yang ada masalah adalah produk konsumsi dan banyak produknya," tandasnya.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP