Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kantor Merpati di Makassar tutup, penumpang mengamuk

Kantor Merpati di Makassar tutup, penumpang mengamuk Kantor Merpati dicorat-coret. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Kondisi maskapai Merpati Nusantara Airlines kian parah dan tidak ada penanganan yang pasti dari pihak pemerintah. Saat ini pasokan avtur dari Pertamina sudah diberhentikan di beberapa wilayah. Serta, adanya ancaman Notice Of Cancellation (NOC) mengakibatkan perusahaan memangkas hampir 80 persen frekuensi penerbangan.

Ketua Umum Sekar Merpati Purwanto mengatakan saat ini para penumpang yang sudah membeli tiket Merpati meminta pengembalian uang tiket dan atau dipindahkan ke maskapai penerbangan lain. Namun, Merpati tidak mampu memenuhi kewajibannya karena kesulitan keuangan yang luar biasa.

"Kementerian BUMN seperti sengaja melakukan pembiaran. Negara seharusnya jangan tinggal diam atas kondisi ini, Merpati adalah Perusahaan BUMN, sudah selaiknya empunya yaitu Menteri BUMN dan Menteri Keuangan harus memberi jaminan dan solusi pengembalian uang masyarakat yang sudah membeli tiket Merpati," ucap Purwanto ketika dihubungi merdeka.com di Jakarta, Rabu (29/1).

Menurut Purwanto, karena lambannya penanganan pemerintah saat ini, penumpang mulai bersikap anarkis di beberapa kantor cabang Merpati seperti kantor Merpati di Makassar. Merdeka.com menerima foto kantor Merpati di Makassar yang dicorat-coret karena kekesalan penumpang yang tidak tertangani.

"Menteri BUMN jangan cuci tangan dan lepas tanggungjawab terhadap kondisi ini," tegasnya.

Purwanto menyayangkan kemauan dan itikad pemerintah yang sangat rendah untuk menyelamatkan Merpati. Menurutnya, jika pemerintah mau mengambil sikap maka kondisi seperti ini tidak akan terjadi.

"Pastinya Dahlan Iskan selaku kuasa pemegang saham BUMN dapat melakukan langkah RUPS yang jelas untuk mengantisipasi dengan langkah darurat menyikapi situasi yang semakin tidak terkendali. Jangan biarkan pegawai di lapangan menghadapi komplain penumpang yang sedang panas dan mengarah anarkis tanpa dibekali panduan yang jelas dari direksi," tutupnya.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP