Kampus lebih banyak dari China, tapi pekerja RI mayoritas lulusan SD
Merdeka.com - Menteri Ketenagakerjaan, M Hanif Dhakiri menyebut, sekitar 60 persen tenaga kerja atau angkatan kerja di Indonesia berpendidikan rendah yakni hanya lulusan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Rendahnya pendidikan, membuat 125 juta angkatan kerja sulit untuk mendapat pekerjaan.
"Masuk ke pasar kerja susah, mau wirausaha enggak ada modal, mau masuk SMK ketuaan, pilihannya masuk ke informal atau masuk ke padat karya itu situasinya kayak gitu," kata Hanif Dhakiri dalam acara PKB bertema Sara, Radikalisme dan Prospek Ekonomi di Graha CIMB Niaga, Jakarta, Senin (23/1).
Menurut Hanif, jumlah perguruan tinggi atau kampus di Indonesia lebih banyak dibandingkan dengan China. Indonesia mempunyai 4.000 perguruan tinggi dan China hanya 2.000 perguruan tinggi.
"Jumlah penduduk China yang sebanyak Rp 1,4 miliar, perguruan tingginya ada 2.000. Kita dengan 225 juta penduduk, punya 4.000 perguruan tinggi. Jadi ini dua kali lipatnya," ujar dia.
Hanif mengkritik konsep pendidikan di Indonesia yang tak mengejar keterampilan, hanya pendidikan formal saja. Padahal yang dibutuhkan oleh sektor industri adalah tenaga kerja yang terampil. Jika tak diperhatikan, akan semakin banyak tenaga kerja asing (TKA) yang mengisi kesempatan kerja di Indonesia. Sebab Indonesia telah memasuki era ekonomi global.
"Saya khawatirkan yang middle up, dari segi SDM bisa diisi TKA dan mereka legal masuk ke area terampil," tutupnya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya