Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

KAI-Pelindo III Sepakati Pemanfaatan Fasilitas dan Optimalisasi Aset Bisnis

KAI-Pelindo III Sepakati Pemanfaatan Fasilitas dan Optimalisasi Aset Bisnis Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo. ©2020 Humas BNPB

Merdeka.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan PT Pelabuhan Indonesia III melakukan penandatanganan kesepakatan pemanfaatan fasilitas dan optimalisasi aset bisnis secara virtual. Dengan demikian kedua perusahaan dapat saling memanfaatkan aset sehingga dapat memberi nilai tambah, baik dari segi produktivitas maupun profitabilitas.

"Diharapkan, penandatanganan nota kesepahaman ini menjadi bentuk komitmen bersama dan landasan bagi para pihak untuk melaksanakan sinergitas dalam pengembangan bisnis logistik," ujar Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo dalam konferensi pers virtual.

Kerja sama ini difokuskan di 3 wilayah pelabuhan kelolaan Pelindo III, yaitu Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap, Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Direktur Utama Pelindo III U. Saefudin Noer mengatakan, pelabuhan Tanjung Intan memiliki potensi pertumbuhan yang tinggi saat ini.

"Kenapa Cilacap ini kami tawarkan, karena ini salah satu pelabuhan di jalur selatan Jawa yang di sana ada perusahaan energi, perusahaan makanan, menurut kami di waktu mendatang, pertumbuhannya bisa jadi acuan untuk mendukung proyek kami," ujarnya.

Dia menjelaskan, jalur transportasi darat di sekitar Pelabuhan Tanjung Emas juga penting untuk dikembangkan untuk mendukung pengembangan kawasan industri Batang.

"Sementara Tanjung Perak ini karena 55 persen lebih logistik nasional khususnya kontainer ada di sini, untuk domestik ke peti kemas corenya memang di Surabaya, jadi bisa kita efisienskan prosesnya dan bisa menekan cost logistiknya," katanya.

Diharapkan setelah terjalin kerjasama antara dua perusahaan ini, aset-aset lama perusahaan bisa termanfaatkan secara optimal sehingga mendukung pengurangan biaya logistik nasional. "Karena ini kan problemnya problem lama yaitu idle asset, harus diselesaikan dengan cara baru karena aset ini bertebaran di pelabuhan-pelabuhan di Indonesia," tutupnya.

Reporter: Athika Rahma

Sumber: Liputan6.com

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP