Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

KAI angkut 394 juta penumpang sepanjang 2017

KAI angkut 394 juta penumpang sepanjang 2017 Jalur Kereta Api. ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) tercatat telah mengangkut sebanyak 394,2 juta penumpang sepanjang 2017 lalu. Angka tersebut melonjak dari tahun sebelumnya yang hanya 352,3 juta penumpang, atau dengan rata-rata kenaikan 15,68 persen selama 5 tahun terakhir.

Direktur Utama KAI, Edi Sukmoro mengatakan, capaian tersebut merupakan jumlah penumpang terbanyak yang diangkut jika dibandingkan dengan moda transportasi lainnya selama setahun.

"Per 2017, kereta api berhasil angkut 394 juta manusia dalam 1 tahun. Mungkin ini satu-satunya moda transportasi yang cukup banyak, dibanding dengan modal lain. Penumpang juga meningkat terus, tapi penumpang ini tergantung dari keretanya. Kalau keretanya sudah penuh, sudah pasti tidak bisa diapa-apain," ujar dia dalam acara Inspirato di SCTV Tower, Jakarta, Selasa (3/4).

‎Dia mengungkapkan, untuk KRL Jabodetabek misalnya, 2 tahun lalu hanya mengangkut 500 ribu penumpang. Namun sekarang mampu mengangkut 1.076.000 per hari.

"Makanya kadang-kadang, orang naik KRL bilang, Pak saya di Manggarai mau turun tidak bisa. Saya-nya turun, tas saya yang tidak bisa turun, karena kegencet. Jadi orangnya turun, tasnya tidak bisa turun akhirnya dia naik lagi. Ini karena memang sangat penuh dan kami terus mengupayakan untuk menambah sarana dan kereta untuk mengantisipasi hal seperti ini," kata dia.

Selain itu, yang mengalami masalah penuhnya penumpang yaitu untuk kereta Jakarta-Bandung. Bahkan KAI sampai menambah jumlah perjalanan menjadi 26 perjalanan serta ditambah dengan kereta priority.

"Itu normalnya kita jalankan 8 kereta atau 16 trip. Ternyata penuh sekali, kita tambah menjadi 11 kereta atau 22 trip. Penuh lagi. Sekarang 13 kereta atau 26 trip, itu juga penuh. Akhirnya kita tambah kereta priority. Itu baru. Di situ minumnya bebas, hanya 28 seat. Ternyata penuh juga. Dijual Maret awal, sampai akhir Maret sudah penuh juga. Jadi Jakarta-Bandung kita upayakan, karena jalan rayanya penuh makanya kita bantu supaya bisa kita angkut sebanyak-banyaknya," jelas dia.

Selain kereta penumpang, kereta barang juga mengalami peningkatan daya angkut yang signifikan. Pada 2016, jumlah barang yang diangkut kereta sebanyak 32,4 juta ton. Namun pada 2017 melonjak menjadi 40 juta ton, atau rata-rata peningkatan 13,41 persen per tahun dalam 5 tahun terakhir.

"Keinginan pemerintah untuk angkutan barang, nantinya sedapat mungkin diangkut menggunakan kereta api, tidak melalui jalan raya. Karena itu juga untuk mengurangi kecelakaan. Volume angkutan barang ini juga meloncat ke atas, sampai pada 2017 angkanya sudah mencapai 43 juta ton," tandas dia.

Reporter: Septian Deny

Sumber: Liputan6.com

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP