Kadin Waspadai Kenaikan Harga Daging Selama Ramadan 2020
Merdeka.com - Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta Sarman Simanjorang, mengatakan, komoditi daging perlu diwaspadai saat bulan Ramadan. Sebab, meski harganya masih normal, namun harga daging akan naik seiring dengan meningkatnya jumlah permintaan saat Ramadan.
Dia menjelaskan, nilai dolar Amerika Serikat yang masih menguat juga bisa mempengaruhi harga daging impor. Selain itu, negara-negara pemasok daging impor ke Indonesia juga masih melakukan lockdown untuk mencegah penyebaran virus corona.
"Seperti impor kerbau dari India masih lockdown juga, Australia juga semi lockdown, ini juga perlu diwaspadai supaya nanti jangan sampai terjadi gejolak, jadi itu sementara yang kita lihat di lapangan," kata Sarman kepada Liputan6.com, Jumat (24/4).
Untuk itu, dia meminta pemerintah waspada agar harga daging nantinya tidak mengalami lonjakan yang tinggi.
Sementara, untuk komoditi pangan lain seperti beras, bawang merah, cabai rawit, bawang putih, telur, dan lain sebagainya dinilai masih aman. Meski masih ada kenaikan untuk beberapa komoditas, tapi menurutnya itu tidak masalah seperti naik 5-6 persen masih wajar, tapi kalau di atas itu baru disebut tidak wajar.
Terlebih lagi di Jakarta, dengan adanya pelarangan mudik, maka konsumsi akan meningkat. “Mereka belanja besar-besaran mulai dari belanja beras, gula, tepung, minyak goreng, sampai mie instan dan sarden itu banyak sekali bantuan sosial. Kemudian masyarakat yang tidak mendapatkan itu juga banyak, di DKI Jakarta 1,2 juta orang berarti masih ada 8 juta orang lagi yang harus belanja juga untuk keperluan sendiri,” ujarnya.
Oleh karena itu, menurut Sarman pemerintah harus menghitung secara cermat baik pemerintah pusat, dan kementerian, antara untuk kebutuhan belanja pemerintah dan kebutuhan belanja masyarakat yang tidak kena sasaran bantuan sosial.
Reporter: Tira Santia
Sumber: Liputan6.com
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya