Kadin sebut masalah infrastruktur bukan cuma ada di Indonesia
Merdeka.com - Aliran dana investasi masuk ke Indonesia berpotensi terhambat jika tidak diiringi dengan keseriusan pemerintah membenahi dan mengembangkan sarana dan prasarana pendukung. Pendukung derasnya investasi ini salah satunya faktor infrastruktur.
Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Erwin Aksa, mengatakan di setiap negara pasti ada hambatan pembangunan infrastruktur. Namun, pembangunan sektor ini harus tetap berjalan dan terus dibenahi demi kemajuan perekonomian.
Erwin menjelaskan, untuk Indonesia, salah satu solusi permasalahan infrastruktur ialah adanya sinergi antara pemerintah dan swasta. Hal ini dimaksudkan sebagai pendorong daya saing sektor konstruksi.
"Perusahaan besar seperti BUMN perlu menjadi mentor bagi perusahaan swasta berskala kecil. Perusahaan kecil yang dimentor perusahaan besar, dapat menjadikan perusahaan kecil itu menjadi besar," tutur Erwin di Grand Sahid Jakarta, Rabu (6/4).
Maka dari itu, pada hari ini, Kadin menggelar diskusi panel bidang konstruksi dan infrastruktur 2016. Diskusi yang dihadiri berbagai pemangku ini ditargetkan bisa merumuskan strategi dan memberi arah pembangunan infrastruktur di Indonesia dalam kaitannya menyokong perindustrian di Tanah Air.
Acara ini dihadiri 300 peserta mulai dari para pengurus Kadin Indonesia, Kadin Provinsi, BUMN, unsur pemerintah, asosiasi, CEO perusahaan dan perguruan tinggi. Diskusi panel ini juga membahas RUU Jasa Konstruksi yang sudah masuk dalam Prolegnas 2016.
Pertemuan ini diharapkan memberi dampak besar bagi pembangunan masyarakat Indonesia. Sebab, infrastruktur menciptakan multiplier effect bagi terciptanya banyak kesempatan berusaha bagi banyak orang.
Laporan: Sofia Ulfa
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya