Kadin sebut Indonesia kalah dari Malaysia dalam pemanfaatan IDB
Merdeka.com - Wakil Ketua Umum bidang Perdagangan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Benny Soeteisno mengatakan selama ini Indonesia kurang memanfaatkan adanya komunitas ekonomi negara islam dalam Islamic Development Bank (IDB) Group. Padahal, salah satu inisiatornya pembentukan grup tersebut merupakan ekonom asal Indonesia.
"Karena ini kan belum menyatu, IDB kan coba menyatukan dengan negara negara islam, tahun 1990-an saya punya pengalaman dengan IDB sebelumnya, kita pernah disupport melalui Bank Mandiri melalui interest lokal jadi mahal, tapi sekarang ini bakal seperti apa kita belum bisa lihat, sebetulnya niat mereka baik," ujar Benny di Jakarta, Senin (16/5).
Dibandingkan negara tetangga yang juga anggota IDB, kata Benny, Indonesia belum secara maksimal memanfaatkan adanya fasilitas kerja sama pendanaan antar anggota. "Sebab, IDB salah satu pendirinya pak Ali Wardhana, tapi kita sedikit memanfaatkannya, dibanding Malaysia bisa lebih banyak memanfaatkannya, makanya IDB buka kantor di Malaysia," kata dia.
Benny menambahkan dengan adanya wacana kerja sama dengan IDB diharapkan kedepan beberapa sektor bisa terjalin. Selain itu, akses ekspor impor mampu dimudahkan dalam berbagai sektor.
"Kita manfaatkan pada berbagai sektor, belum lama ini pada perikanan kita manfaatkan buat tambak udang, mereka kan kasih uang aja, kan kita maunya kan, seperti saya impor cotton dari burkino faso terus impor kain dari negara islam masih dikenakan bea masuk, hal ini yang belum bisa dimanfaatkan," pungkas dia. (mdk/sau)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya