Kadin prediksi China jadi negara investor terbesar RI di 2026
Merdeka.com - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Perkasa Roeslani memperkirakan China bakal jadi negara dengan investasi asing terbanyak di Indonesia dalam 10 tahun kedepan atau di 2026. Hal ini terlihat dari upaya pemerintah untuk meringankan langkah investor China yang ingin investasi di Indonesia.
"Komitmen Presiden Jokowi memangkas jalur birokrasi dan pengurusan izin telah menumbuhkan harapan besar bagi kalangan pengusaha China. Mereka sangat antusias untuk meningkatkan investasi di Indonesia," ujar Rosan di Jakarta, Senin (5/9).
Rosan menegaskan, Presiden Jokowi secara langsung memberikan jaminan kepada pengusaha China dengan berbagai kemudahan investasi seperti, layanan izin investasi 3 jam, layanan jalur hijau, Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi (KLIK), dan regulasi investasi yang lebih terbuka melalui perbaikan Daftar Negatif Investasi (DNI).
"Memang masih ada kendala, terutama bahasa dan kemitraan. Tapi, saya yakin hal itu akan dapat teratasi. Satu hal yang harus dicermati adalah Indonesia kini menjadi salah satu negara tujuan investasi paling menarik bagi China," kata Rosan.
Mengutip data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi investasi asing pada triwulan II-2016 menunjukkan bahwa China kini berada pada urutan keempat setelah Singapura, Jepang, dan Hong Kong. Nilai investasi China mencapai USD 549 juta yang tersebar di 499 proyek. Sementara itu, Singapura berada di urutan teratas dengan investasi senilai USD 2 miliar untuk 1.927 proyek, menyusul Jepang USD 1,3 miliar, dan Hong Kong USD 597 juta.
"Investasi China naik sangat signifikan. Pencapaian China melampaui Malaysia yang nilai investasinya USD 393 juta dan Belanda USD 346 juta," jelas Rosan.
Di sisi lain, dia mengaku sangat mengapresiasi konsistensi Presiden Jokowi untuk tetap menyinergikan kebijakan fiskal, moneter, dan reformasi struktural bagi perbaikan ekonomi nasional. Keterpaduan kebijakan fiskal dan moneter selain dapat mendorong pergerakan sektor riil, juga akan memacu pertumbuhan investasi, produksi, distribusi, dan konsumsi. Sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia dapat berperan aktif mendorong pertumbuhan ekonomi global.
"Tekad pemerintah menjaga perekonomian nasional lebih terbuka dan kompetitif harus didukung," pungkasnya.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya