Kadin optimis pemerintah bisa tarik investasi Jerman ke Indonesia
Merdeka.com - Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Rosan Roeslani mengaku optimistis dapat menggalang kalangan dunia usaha Jerman untuk berinvestasi di Indonesia. Hal ini diwujudkan dalam penandatangaan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding) senilai USD 875 juta antara PT Aneka Tambang (Persero) Tbk - Ferrostahl Cronimet dan PT Pelni (Persero) – Myer Werft yang disaksikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Kanselir Jerman Angela Merkel di Berlin, Jerman.
"Penandatanganan MoU yang disaksikan Bapak Presiden merupakan langkah nyata Kadin meningkatkan ekonomi Indonesia. Ini menjadi kontribusi riil Kadin bagi pembangunan ekonomi nasional," ujar Rosan melalui keterangan tertulis, Senin (18/4).
Rosan mengatakan Jerman sebagai bagian dari Uni Eropa (UE) adalah salah satu mitra strategis Indonesia di bidang ekonomi, perdagangan, dan investasi. Pada 2015, nilai perdagangan Indonesia-UE mencapai USD 26,14 miliar dan investasi UE di Indonesia mencapai USD 2,26 miliar.
"UE menjadi mitra dagang terbesar keempat dan investor nomor tiga terbesar di Indonesia. Kadin terus mencari terobosan untuk menarik masuk arus investasi asing ke dalam negeri," kata dia.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Hubungan Internasional Shinta Widjaja Kamdani menambahkan, pada kunjungan ini, Kadin membawa delegasi bisnis dari sektor energi, industri, agribisnis, telekomunikasi dan maritim yang akan dipertemukan dengan para pelaku usaha di negara-negara yang dikunjungi pada ajang forum bisnis.
"Ini forum yang sangat penting dalam memperbesar dan membuka potensi investasi baru di Indonesia, sekaligus mempercepat tercapainya kerja sama dagang di bawah kerangka CEPA (Comprehensive Economic Partnership Agreement) dengan Uni Eropa, yang ditargetkan rampung dalam dua tahun ke depan," jelas Shinta. (mdk/sau)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya