Kabut asap ganggu kunjungan wisatawan
Merdeka.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu secara tegas mengatakan bahwa insiden kabut asap sebulan terakhir di Riau dan sekitarnya mengganggu kunjungan wisatawan asing ke Indonesia.
Penurunan pelesir telah terjadi, termasuk ke provinsi lain, seperti Sumatera Barat. Dia mendesak otoritas berwenang menangani pembakaran hutan bisa mengakhiri peristiwa yang merugikan banyak pihak itu.
"Kita berharap dengan semua langkah yang dilakukan, itu tidak berlangsung lama. Karena pariwisata sudah terganggu, jumlah kunjungan memang turun," ujarnya di Jakarta, Selasa (18/3).
Itu belum termasuk pembatalan kunjungan wisman, akibat penundaan terbang di Bandara Sultan Syarif Kasim, Pekanbaru, Riau, pekan lalu ketika jarak pandang sangat buruk akibat kabut asap.
Kendati demikian, Mari mengaku masih optimis jumlah kunjungan wisman sepanjang tahun tetap sesuai target.
"Target (wisman) tahun ini 9,3-9,5 juta, tetap naik dari tahun lalu. Semoga hujan ya, kita optimis tidak ada penurunan tajam," ungkapnya.
Dari data Kemenparekraf, hunian di Sumatera Barat anjlok menjadi cuma 50 persen di akhir pekan. Padahal biasanya hunian mencapai 80 persen.
Kabut asap juga sempat mencapai lokasi wisata populer, Danau Toba, di Sumatera Utara.
Sepanjang tahun lalu, realisasi kunjungan wisman mencapai 8,8 juta orang. Pertumbuhannya mencapai 9,4 persen. Rata-rata wisatawan yang datang dari China, Australia, dan Malaysia. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya