Merdeka.com tersedia di Google Play


Jumlah pemuda Indonesia yang nganggur di atas rata-rata ASEAN

Reporter : Ardyan Mohamad | Kamis, 28 Februari 2013 11:02


Jumlah pemuda Indonesia yang nganggur di atas rata-rata ASEAN
job fair. ©2012 Merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Pemerintah berambisi menurunkan jumlah pengangguran menjadi 6,1 persen di akhir masa kerja Kabinet Indonesia Bersatu jilid II di 2014.

Wakil Presiden Boediono melihat pentingnya upaya menekan tingkat pengangguran di kalangan generasi produktif. Terlebih jumlah penduduk berusia muda mencapai 30 persen dari total warga Indonesia.

"Indonesia diberkahi banyak penduduk muda, namun data demografis itu penting hanya jika mereka bekerja, karena kalau tidak, (anak muda) itu bisa menjadi masalah sosial," ujarnya saat mengikuti diskusi The Economist Indonesia Summit, di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Kamis (28/2).

Mantan Gubernur Bank Indonesia ini menyoroti pengalaman negara-negara Benua Afrika yang secara kependudukan mirip Indonesia. Namun nyatanya melimpahnya anak muda di Benua Hitam itu tidak berbanding lurus dengan kemakmuran.

"Sudah ada banyak pengalaman di Afrika, itu sebabnya kami bekerja serius mengatasi persoalan pengangguran itu," kata Boediono.

Tahun lalu, 22,2 persen pemuda Indonesia menganggur. Jumlah itu lebih tinggi dari statistik rata-rata pengangguran berusia muda kawasan Asia Tenggara dan Pasifik sebesar 13,9 persen.

Selain itu, kaum muda pedesaan Indonesia yang bekerja di sektor formal hanya 20 persen dibanding kaum muda perkotaan.

Secara umum, sampai triwulan III 2012, jumlah penganggur berkurang sebanyak 460.000 orang, dari 7,70 juta pada 2011 menjadi 7,24 juta orang sampai pada Agustus 2012.

Wapres menegaskan hanya ada dua solusi untuk mengatasi masalah pengangguran. Pertama, mengatasi masalah struktural yakni akses terhadap pendidikan. Solusi kedua adalah meningkatkan ekspor tidak hanya mengandalkan konsumsi domestik. Tanpa pertumbuhan ekonomi lebih tinggi, sulit menambah lapangan kerja.

"Separuh masalah pengangguran disebabkan problem struktural. Maka kita harus bijaksana membelanjakan 20 persen anggaran untuk pendidikan, dan kami harus terus menggenjot pertumbuhan ekonomi tahun-tahun ini," tegasnya.

[noe]

KUMPULAN BERITA
# Wapres Boediono

Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya


JANGAN LEWATKAN BERITA FOLLOW MERDEKA.COM
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Wapres Boediono, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Wapres Boediono.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup





Komentar Anda


Smart people share this
Back to the top

Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER TOP 10 NEWS
Most Viewed Editors' Pick Most Comments

TRENDING ON MERDEKA.COM

LATEST UPDATE
  • Prabowo beri peluang PDIP buat gabung dalam koalisi
  • Baik ke Wanita bikin Mike Lewis kerap diisukan negatif
  • Didukung PPP, Prabowo makin pede nyapres
  • Kim Kardashian kunjungi Paris demi persiapan pernikahan
  • Perpisahan orang tua diduga penyebab Awan sodomi bocah di JIS
  • Pembunuh Pasutri di Bandung sempat pesta seks di Tanah Abang
  • Masyarakat masih gandrungi pembayaran uang tunai
  • Dihantam ombak, penyebab kapal peziarah di Flores tenggelam
  • Megawati & Ical hadiri pernikahan keluarga kerajaan Bali
  • Sukses, Hyun Bin bangun gedung seharga 100 miliar di Gangnam
  • SHOW MORE