Jumlah pelaku pasar modal Indonesia kalah dari Malaysia
Merdeka.com - Pasar Modal Indonesia masih belum dimanfaatkan secara maksimal oleh para investor lokal. Hal ini terlihat dari jumlah investor yang masuk ke pasar modal Indonesia masih minim, baru mencapai 500.000 investor.
Minimnya jumlah investor tersebut disinyalir akibat minimnya pengetahuan masyarakat akan pasar keuangan di Indonesia, termasuk pasar modal. Sampai Desember 2012, porsi pasar modal terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) hanya mencapai 50,1 persen, selain itu pangsa kredit perbankan terhadap PDB mencapai 33,2 persen. Jumlah ini masih kalah dibanding negara lainnya di ASEAN seperti Malaysia, Singapura dan Filipina.
Direktur Bursa Efek Indonesia Ito Warsito, mengatakan, belum maksimalnya fungsi pasar modal Indonesia terjadi karena minimnya literasi keuangan masyarakat Indonesia akibat akses masyarakat terhadap pasar modal yang masih terbatas. Oleh sebab itu, meningkatkan literasi keuangan merupakan salah satu cara untuk menambah jumlah investor di pasar modal Indonesia.
"Adanya kekhawatiran dan penetrasi finansial yang masih kecil akan menghambat jumlah investor di Indonesia. Jadi, pasar modal memang harus terbuka bagi semua kalangan di Indonesia dan itu harus dimulai dengan memperbesar kesadaran finansial di masyarakat," kata Ito di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta, Selasa (21/5).
Ito berharap, pengembangan literasi keuangan yang dilakukan OJK dapat mengedukasi masyarakat mengenai seluk-beluk industri perbankan, jasa asuransi, serta pasar modal. "Tentu harapannya agar pengetahuan masyarakat bertambah dan industri keuangan di Indonesia dapat semakin bertumbuh," tutur Ito (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya