Jual Premium rugi Rp 1.100/liter, Pertamina malah subsidi Pertalite
Merdeka.com - Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia, Ferdinand Hutahaean ikut komentar terkait kerugian PT Pertamina dalam menjual Premium. Menurutnya, hitungan kerugian perusahaan pelat merah ini membuat masyarakat bingung.
Salah satunya adalah mengenai pernyataan Pertamina yang menyebut rugi Rp 1.100 per liter dalam menjual Premium. Harga keekonomian premium saat ini disebut mencapai Rp 8.500 per liter, sementara Pertamina masih menjual seharga Rp 7.400 per liter.
Ferdinand mengaku heran karena harga keekonomian Premium lebih tinggi dari harga Pertalite yang baru diluncurkan dengan harga Rp 8.400 per liter.
"Dengan begitu, harga Premium di atas Pertalite jadi Pertamina masih mengaku merugi jual Premium," ujar dia dalam diskusi di Cikini, Jakarta, Rabu (5/8).
Dia meminta Pertamina untuk membeberkan data-data kerugian yang didapat dari hasil penjualan Premium. Sehingga, masyarakat benar-benar tau apabila Pertamina mengalami rugi Rp 80 miliar per hari.
"Harusnya Pertamina membuka ke publik terkait penjualan Premium ataupun Pertalite. Mereka sering sebut rugi jual Premium tetapi mengeluarkan produk baru yang harganya di bawah harga keekonomian Premium," kata dia.
Sementara itu, Vice President Fuel Ritel Pertamina, Muhammad Iskandar mengatakan harga Pertalite yang dijual saat ini sebesar Rp 8.400 per liter merupakan harga promo dari perseroan. Harga keekonomian Pertalite yang seharusnya sebesar Rp 8.850 per liter.
"Untuk Pertalite kita subsidi hanya Rp 450 per liter. Sementara untuk Premium disubsidi sebesar Rp 1.100 per liter. Kita berharap masyarakat banyak yang pindah ke Pertalite dengan begitu kerugian kami bisa dikurangi dengan itu. Kami memang pasang harga promo karena masih test pasar," kata Iskandar.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya