Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jual Premium, Pertamina rugi Rp 80 miliar per hari

Jual Premium, Pertamina rugi Rp 80 miliar per hari SPBU. Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - PT Pertamina (Persero) terus mengeluh harus menanggung rugi lantaran menjual Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium di bawah harga keekonomian. Dari data Pertamina, kerugian yang harus ditanggung mencapai Rp 80 miliar per hari.

"Kita dalam menjual Premium ada perbedaan selisih Rp 1.000 lebih rendah dari harga keekonomian, kalau satu hari kita jual 80 juta liter, dikalikan saja. Sudah Rp 80 miliar sehari Pertamina rugi," ujar Direktur Pemasaran PT Pertamina (Persero) Ahmad Bambang dalam diskusi publik di Cikini, Jakarta, Rabu (5/8).

Meski mengeluh rugi, mau tidak mau Pertamina harus menerima kondisi itu. Mengingat kebijakan menjual Premium di bawah harga keekonomian merupakan kebijakan pemerintah untuk menjaga stabilitas perekonomian nasional.

"Kita mau apalagi kalau pemerintah minta begitu, karena pertamina juga milik pemerintah," kata dia.

Untuk meringankan beban akibat kerugian menjual Premium, Pertamina meminta pemerintah menyiapkan dana stabilisasi BBM mulai tahun depan. Dengan dana tersebut, pemerintah ikut menutup kerugian Pertamina.

"Kalau memang kondisi begitu, 2016 tolong dipikirkan untuk dana stabilisasi BBM. Seperti yang ada di pangan, ada dana stabilisasi pangan. Dengan rugi Rp 80 M per hari yah tentu ke keuangan Pertamina susah. Perusahaan itu bisa berkembang kalau ada penumpukan laba," harapnya.

Sebelumnya, Pemerintahan Jokowi - JK mengeluarkan kebijakan baru yaitu menyediakan dana stabilisasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Dana ini akan digunakan untuk menekan kerugian Pertamina dalam menjual Premium. Sebab, ada kalanya Pertamina dilarang menaikkan harga Premium saat harga minyak dunia mengalami kenaikan.

"Saya sudah tekankan berkali-kali akan dibentuk dana stabilisasi BBM. Niat suatu ketika harga (minyak dunia) turun, kelebihannya akan dijadikan kompensasi untuk menutup kerugian itu," ujar Menteri ESDM Sudirman Said di Kantor Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jakarta Selatan, Selasa (28/7).

Sudirman menjelaskan, anggaran stabilisasi BBM ini tidak akan dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dana ini akan diambil dari kelebihan uang Pertamina dalam menjual Premium ketika harga minyak dunia turun. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP