Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jonan ngaku belum terima surat Sri Mulyani soal peringatan kebangkrutan PLN

Jonan ngaku belum terima surat Sri Mulyani soal peringatan kebangkrutan PLN Ignasius Jonan. Fikri Faqih©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Keuangan, Sri Mulyani telah mengirimkan surat peringatan kepada Kementerian BUMN dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengenai ancaman kebangkrutan perusahaan pelat merah tersebut. PLN terancam bangkrut jika tarif tenaga listrik (TTL) tak mengalami kenaikan.

Penyebabnya, PLN memiliki banyak utang baik dari perbankan, obligasi ataupun lembaga keuangan internasional untuk membiayai program 35.000 Megawatt (MW).

Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan mengaku belum menerima surat dari Menkeu tersebut. "Saya belum terima suratnya malah," kata Jonan, di kantornya, Jakarta, Rabu (27/9).

Menurutnya, pesan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) jika PLN ada kesulitan cash flow, proyek 35.000 MW yang tengah digarap boleh diberikan ke pihak swasta.

"35.000 MW bagi dua, 25.000 MW IPP, 10.000 MW PLN, sisanya 5.000 MW swasta," kata dia.

Menteri Jonan menuturkan, apabila keuangan PLN sudah lampu kuning dia dan menteri BUMN akan melaporkan ke presiden. Namun, karena ini aman maka bisa terkendali.

Tambahnya, proyek 35.000 MW itu merupakan target tahun 2019 dengan catatan pertumbuhan ekonomi 6-7 persen.

"Tapi karena pertumbuhan average 5 persen makanya di perpanjang sampai 2023-2025," tandasnya.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP