Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jokowi: Tipikal bangsa kita itu semakin terdesak pintarnya loncat

Jokowi: Tipikal bangsa kita itu semakin terdesak pintarnya loncat Jokowi. ©2014 merdeka.com/fikri faqih

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut, hadirnya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) atau pasar bebas ASEAN berdampak baik pada pengusaha di Indonesia. Hadirnya pasar bebas ASEAN memicu seluruh pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas, tak kecuali Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Jauh sebelum adanya MEA, Jokowi bercerita betapa buruknya pelayanan BUMN terhadap masyarakat saat itu.

Hal itu disampaikan Jokowi dalam sambutan Jambore HIPMI Perguruan Tinggi 2016 se-ASEAN di Kampus Telkom University, Jalan Terusan Buah Batu, Kabupaten Bandung, Senin (23/5) siang.

"Jangan kita terbuai dengan seperti itu (kelalaian). Kata kuncinya adalah terbuka dan berani berkompetisi. Semakin detail saya lihat, ternyata karakter bangsa kita ini, biasanya semakin terdesak, pintarnya loncat. Dipepet loncat. Itu tipikal kita," kata Jokowi di hadapan ribuan peserta Jambore.

Lantas dia mencontohkan, bank milik pemerintah yaitu BRI diera 1975-an. Jokowi kala itu masih duduk dibangku SMP. Tak jarang oleh orang tuanya disuruh mengambil uang ke Bank BRI.

"Tahun 1975 saat itu saya masih SMP. Saya sering disuruh uang ambil di bank. Jam satu atau Setengah dua sudah tutup. Karena tidak ada kompetisi. Jadi kalau saya pulang sekolah terlambat sudah tutup tidak bisa ambil uang," ujarnya berkisah.

Tapi kemudian persaingan itu muncul. Perbankan satu demi satu tumbuh, di situlah yang dimaksudkan terdesak menjadikan para BUMN menjadi meningkatkan kualitasnya.

"Ketika ada desakan, bank pemerintah itu menjadi bagus, laba meningkat, IT bisa bersaing dengan swasta. Bahkan sekarang BRI meraup keuntungan Rp 24 triliun per tahun. Swasta kalah," ungkapnya.

Contoh lain yakni PT Pertamina yang menjual bahan bakar kendaraan. Dia menyebut, pada era 1970-1980 pelayanan SPBU sangat buruk. Stasiun pengisiannya kumuh.

"Kadang petugasnya pakai seragam, kadang tidak. Tapi ketika ada pesaing. Shell masuk, Petronas masuk. Justru sekarang kualitas baik. Dan pesaing lainnya juga malah tidak kuat karena tidak kuat dengan Pertamina," ujarnya.

Implementasi MEA 2016 justru berdampak baik terhadap daya saing yang ada di Indonesia. Jangan anggap MEA sebagai hal yang menakutkan. "Makannya saya ingin MEA ini memberi semangat anak muda terutama untuk bangkit dan berani berkompetisi," katanya.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP