Jokowi Target Angka Kemiskinan Turun Jadi 7,5 Persen di 2023
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo menargetkan angka kemiskinan di Indonesia pada 2023 dapat turun menjadi 7,5 hingga 8,5 persen. Target ini disampaikan Jokowi dalam pidato nota keuangan 2023 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat.
"Dengan pengelolaan fiskal yang kuat, disertai dengan efektivitas dalam mendorong transformasi ekonomi dan perbaikan kesejahteraan rakyat, angka kemiskinan dalam rentang 7,5 persen hingga 8,5 persen," ujar Jokowi, Selasa (16/8).
Jokowi juga menargetkan angka pengangguran juga dapat ditekan 5,3 hingga 6 persen. Sementara untuk rasio gini, Jokowi menargetkan angkanya bisa turun ke level 0,375-0,378, dan Indeks Pembangunan Manusia, Jokowi menargetkan bisa diperbaiki ke level 73,31-73,49.
Informasi saja, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, tingkat kemiskinan di Indonesia per Maret 2022 mencapai 9,54 persen, atau sekitar 26,16 juta orang.
Jumlah itu menurun 1,38 juta orang dibanding Maret 2021, di mana angka penduduk miskin Indonesia mencapai 27,54 juta orang. Sementara dibandingkan September 2021 terpangkas 0,34 juta orang dari 26,5 juta orang
Menurut laporan BPS, Jumat (15/7), jumlah orang miskin terbanyak berada di Pulau Jawa, yakni sebesar 13,85 juta orang.
Kemiskinan di Perkotaan
Penduduk kota menyumbang angka kemiskinan terbesar di Jawa, 7,93 juta orang. Sementara jumlah penduduk miskin di desa berada di kisaran 5,92 juta orang.
Namun, jurang antara orang miskin dan orang kaya di Indonesia semakin lebar. Hal ini terlihat dari laporan terkait angka gini ratio per Maret 2022 yang mencapai 0,384. Itu lebih tinggi dibandingkan September 2021 yang sebesar 0,381.
Gini ratio tertinggi ada di Yogyakarta dengan 0,439, dan paling rendah di Bangka Belitung sebesar 0,236.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya