Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jokowi tantang ekonom dan pengusaha yang pesimis ekonomi RI membaik

Jokowi tantang ekonom dan pengusaha yang pesimis ekonomi RI membaik Jokowi makan siang di Istana. ©Setpres RI/Cahyo

Merdeka.com - Meskipun awal tahun ini pemerintah menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium dan solar, Presiden Joko Widodo memaparkan keberhasilan dalam penghematan anggaran negara ketika memutuskan menaikkan harga BBM pada November 2014.

Presiden mengatakan saat ini anggaran negara jauh lebih sehat lantaran adanya ruang fiskal sebesar Rp 230 triliun dari kebijakan subsidi BBM. Untuk kesekian kalinya, Presiden Jokowi menegaskan anggaran itu akan dialihkan untuk menggenjot pembangunan infrastruktur.

"Ruang fiskal yang kita punyai ini sekarang sangat sehat, sehingga masih ada yang optimis ekonomi kita lebih baik," ujar Jokowi dalam Jokowi dalam acara Indonesia Outlook 2015 di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (15/1).

Presiden meminta pengusaha atau ekonom yang tidak optimis dengan kondisi keuangan negara, untuk mengubah cara pandangnya setelah kebijakan pemerintah dalam pengelolaan subsidi.

"Yang tidak optimis anggaran negara lebih baik, silakan tunjuk jari. Saya akan terangkan ekonomi kita lebih baik," kata dia.

Dalam pandangannya, optimisme menjadi salah satu faktor yang akan membawa kondisi perekonomian nasional menjadi jauh lebih baik. Terlepas dari itu, tetap harus diwaspadai kondisi perekonomian global yang tidak menentu dan berpotensi mengganggu perekonomian nasional.

"Saya ingin memberikan rasa optimisme bagi dunia usaha, dunia ekonomi, meskipun ini yang sulit diprediksi adalah faktor global, faktor eksternal. Tapi di dalam ini (negeri) kita optimis ekonomi kita akan lebih baik. Kita punya Rp 230 triliun yang direalokasi nanti akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi negara kita," kata Jokowi. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP