Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jokowi: Suku bunga AS naik, Rupiah masih menguat & harga saham naik

Jokowi: Suku bunga AS naik, Rupiah masih menguat & harga saham naik Presiden Jokowi. ©Setpres RI/Cahyo

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo menyambut baik keputusan bank sentral Amerika atau The Fed dalam menaikkan suku bunga acuan. Menurut Jokowi, keputusan ini memberi kepastian pada ekonomi dunia dan Indonesia.

"Artinya sekarang sudah ada kepastian," kata Jokowi di Hotel Pullman, Kamis (16/12).

"Kalau dulu kan (masih bertanya-tanya), berapa, kapan? Kita udah pasti naik sekarang, kalau ini memberikan efek positif buat kita kan," jelas Jokowi.

Jokowi juga mengaku terus memantau perkembangan indeks dalam negeri sebagai respon investor atas kenaikan suku bunga.

"Harga saham naik, Rupiah juga menguat, artinya baik, ditanggapi oleh pelaku-pelaku keuangan dan ini baik karena sudah ada kepastian," tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, Bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed), akhirnya menaikkan suku bunga acuan menjadi 0,50 persen dari sebelumnya 0,25 persen. Kenaikan suku bunga ini pertama kali dalam hampir satu dekade terakhir.

Kenaikan suku bunga menjadi pertanda bahwa bank sentral Amerika percaya kondisi ekonomi AS telah pulih dari krisis keuangan pada 2007-2009 lalu. Naiknya suku bunga ini menutup perdebatan panjang yang sudah dimulai sejak akhir tahun lalu.

"Dengan ekonomi terus membaik, kenaikan suku bunga ini sudah tepat," ucap Gubernur The Fed, Janet Yellen seperti dikutip Reuters, Kamis (17/12).

Yellen menyebut pemulihan ekonomi AS mulai menunjukkan perbaikan dan perkembangan. Hal ini dapat dilihat dari turunnya angka pengangguran ke level 5 persen sampai tingkat inflasi yang diprediksi sekitar 2 persen.

Bank sentral AS menekankan, kenaikan suku bunga masih akan dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan indikator-indikator perekonomian AS, salah satunya adalah tingkat inflasi ke depan.

"Prosesnya ini akan berjalan secara bertahap," ujar Yellen.

The Fed memprediksi jumlah pengangguran di AS bisa turun ke 4,7 persen dan pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 2,4 persen di tahun depan.

Pejabat The Fed meyakini kebijakan ini tidak akan banyak mengganggu pasar keuangan, yang diharapkan naik pada minggu ini.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP