Jokowi sebut ada negara menolak telan obat pahit selamatkan ekonomi
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo angkat bicara soal kondisi perekonomian nasional di tengah bangkrutnya Yunani dan ambruknya pasar saham China. Kondisi ini diakui membuat tantangan ekonomi nasional semakin berat.
Jokowi melihat beberapa negara tak rasional lantaran pemerintahnya menjanjikan kesejahteraan tanpa melalui kerja keras. "Tak ada seperti ini di dunia. Negara-negara itu sekarang sedang krisis perekonomian. Ini yang harus kita hindari," ujar Presiden Jokowi saat berpidato di depan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) di Jakarta Convention Centre (JCC), Kamis (9/7).
Presiden memandang, krisis ekonomi yang melanda Eropa karena kesalahan negara-negara yang tak siap mendongkrak perekonomiannya. Bantuan dana yang dianalogikan sebagai obat pahit, tidak diterima sebagai bentuk penyelamatan dari kebangkrutan.
"Ada negara menolak menelan obat yang pahit. Mereka gagal mendongkrak mesin ekonomi," tegasnya.
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini tidak segan menyebut kondisi perekonomian saat ini tidak stabil. "Pahit saya bilang pahit, kalau manis ya manis," katanya.
Kepala negara mengakui, tantangan pembenahan fundamental ekonomi nasional semakin besar. Dibutuhkan reformasi untuk menjaga kondisi ekonomi tetap stabil di tengah gelombang siklus perekonomian dunia.
"Kita tidak bisa menunda reformasi perekonomian fundamental. Meskipun sakit, pahit, kita tidak boleh menunda. Tidak ada kemajuan tanpa pengorbanan," tambahnya. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya