Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jokowi: Proyek BUMN mandek bisa karena menterinya tidak bisa ngejar

Jokowi: Proyek BUMN mandek bisa karena menterinya tidak bisa ngejar Presiden Jokowi. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo kembali menyampaikan komitmen pemerintahannya untuk membangun infrastruktur,industrialisasi dan hilirisasi di Indonesia. Menurut Jokowi, sebagai presiden dia selalu memantau progres pembangun dan tidak segan menegur menteri yang mengepalai proyek tersebut.

Jokowi mengakui, pembangunan infrastruktur tidak bisa selesai dalam sekejap mata. Ini membutuhkan waktu dan hasilnya bisa dilihat dalam 2 atau 3 tahun mendatang.

"Industrialisasi, hilirisasi dan infrastruktur itu butuh waktu. Kita lihat 3 tahun akan seperti apa, perubahan akan terlihat karena kita fokusnya disitu. Fokus kita selalu diikuti, dikontrol, dan saya awasi," ucap Jokowi dalam acara peringatan 38 tahun diaktifkan kembali pasar modal Indonesia di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (10/8).

Jokowi menyebut akan selalu membiarkan kementerian untuk membangun proyek infrastruktur. Namun, kata Jokowi dia akan memantau progres setelah dua bulan tersebut. Jika ada proyek terlambat, Jokowi tidak segan menegur menteri dan menyebut mereka tidak bisa kerja.

"Jadi kalau ada yang menyampaikan mau ground breaking, saya silakan. Tapi jangan kaget setelah dua bulan atau tiga bulan saya akan lihat lagi. Kalau progres engga pas pasti saya tegur," kata Jokowi.

Jokowi mengatakan, tidak berjalannya proyek pembangunan terjadi karena dua hal. "Pertama karena memang management BUMN kurang cepat bekerja seperti tradisi lama atau memang menterinya tidak bisa ngejar. Saya akan tegur. Ya bisa diganti direksinya, kalau menterinya ya diganti menterinya. Kalau saya simple begitu." tutupnya. (mdk/idr)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP