Jokowi Peringatkan 5 Provinsi Ini untuk Tekan Laju Inflasi Daerah
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta segenap jajarannya untuk mengendalikan laju inflasi hingga di bawah 3 persen. Adapun angka inflasi terakhir Indonesia per Juli 2022 sudah menyentuh 4,94 persen secara tahunan atau year on year (YoY).
Dia pun meminta setiap kepala daerah turun tangan mengatasi kenaikan inflasi di daerah masing-masing. Per Juli 2022, Jokowi menyebut ada lima provinsi yang tingkat inflasinya lebih tinggi dari inflasi nasional sebesar 4,94 persen.
"Lima provinsi ini inflasinya di atas 5 persen," kata Jokowi dalam Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi Tahun 2022 di Istana Negara, Kamis (18/8).
Di antaranya, Provinsi Jambi 8,55 persen, Provinsi Sumatera Barat 8,02 persen, Provinsi Riau 7,04 persen dan Provinsi Aceh 6,97 persen. Jokowi pun memerintahkan para gubernur untuk mencari tahun penyebab kenaikan inflasi dan segera mengatasinya.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta segenap jajarannya untuk mengendalikan laju inflasi hingga di bawah 3 persen. Adapun angka inflasi terakhir Indonesia per Juli 2022 sudah menyentuh 4,94 persen secara tahunan atau year on year (YoY).
Dia pun meminta setiap kepala daerah turun tangan mengatasi kenaikan inflasi di daerah masing-masing. Per Juli 2022, Jokowi menyebut ada lima provinsi yang tingkat inflasinya lebih tinggi dari inflasi nasional sebesar 4,94 persen.
"Lima provinsi ini inflasinya di atas 5 persen," kata Jokowi dalam Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi Tahun 2022 di Istana Negara, Kamis (18/8).
Di antaranya, Provinsi Jambi 8,55 persen, Provinsi Sumatera Barat 8,02 persen, Provinsi Riau 7,04 persen dan Provinsi Aceh 6,97 persen. Jokowi pun memerintahkan para gubernur untuk mencari tahun penyebab kenaikan inflasi dan segera mengatasinya.
Tak hanya untuk kelima provinsi tersebut, Kepala Negara ini memerintahkan setiap kepala daerah untuk memantau tingkat inflasi di wilayahnya masing-masing. Kemudian atasi penyebab kenaikan inflasi.
"Provinsi harus tahu posisi inflasi ini berapa. Kalau saya tanya jangan gelagapan. Mana yang tinggi, mana yang normal dan mana yang rendah," kata dia.
Semua pihak kata Jokowi harus bekerja di luar keadaan normal. Mengingat kondisi saat ini sedang tidak baik-baik saja.
"Dunia berada dalam keadaan tidak normal sehingga harus kerja lebih keras, lihat angka makro dan mikro, detailnya. Agar bisa kita selesaikan sama-sama dan bisa menurunkannya dibawah 5 dan syukur-syukur di bawah 3 persen," tandasnya.
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya