Jokowi: Penerimaan 2015 capai 85 persen, ini bukan yang main-main
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo memaparkan penerimaan negara mencapai Rp 1.491 trilliun atau 84,7 persen dari target dalam APBN Perubahan 2015. Dia menganggap itu sebagai sebuah prestasi ditengah perlambatan ekonomi.
Saya yakin ini bukan yang main-main, penerimaan seperti itu dalam perlambatan ekonomi seperti itu bukan sesuatu yang kecil," ujarnya saat pembukaan perdagangan saham 2016 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (4/1).
Di sisi lain, Jokowi mengungkapkan, penyerapan anggaran belanja negara mencapai 92 persen dari target. Kemudian, terdapat sisa lebih pembiayaan anggaran (silpa) sebesar Rp 10,8 triliun.
Dia memerkirakan pertumbuhan ekonomi 2015 mencapai 4,7 persen-4,8 persen. Lebih rendah ketimbang realisasi pertumbuhan ekonomi tahun sebelumnya yang mencapai 5 persen.
"Coba dilihat negara-negara lain, yang turun sampai 1,5 persen-3 persen. Kita hanya 0,03 persen, itu belum sebetulnya," katanya.
Jokowi mengakui tahun lalu penuh tantangan. Diantaranya, perlambatan ekonomi dunia, penaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, dan pelemahan rupiah.
"2015 merupakan tahun yang sangat berat bagi kita semuanya, tahun yang penuh tantangan, terutama sektor keuangan," katanya.
"Kalau tahun kemarin kita semua optimistis sebetulnya kejadiannya akan berbeda. Sebab optimisme itu sulit dimunculkan, semuanya menunggu, semuanya wait and see."
Belajar dari pengalaman itu, Jokowi meminta semua elemen bangsa menjaga optimisme sejak awal tahun. Pemerintah, kata Jokowi, berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan.
"Tahun ini semua harus percaya, optimistis bahwa kita akan lebih baik. Itu harus. kuncinya disitu," katanya.
"Terus-menerus akan kami lakukan perombakan-perombakan melalui paket-paket deregulasi. Terus, tidak akan berhenti." (mdk/yud)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya